BERITA

Sinergi Polri dan Pemerintah, Kapolsek Bontoala Pantau Program Gizi Anak di Sekolah Dasar

169
×

Sinergi Polri dan Pemerintah, Kapolsek Bontoala Pantau Program Gizi Anak di Sekolah Dasar

Sebarkan artikel ini

Makassar — Kapolsek Bontoala, Kompol Dr. Andi Aris Abu Bakar, SH., MH, melakukan pemantauan langsung terhadap kegiatan pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di wilayah hukumnya, Senin (13/10/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di SD Pongtiku 1 dan SD Pongtiku 2 tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus mencegah stunting sejak dini.

banner 970x250

Dalam pemantauan itu, Kapolsek Bontoala didampingi Kanit Intel Iptu Djunaedi bersama sejumlah personel Polsek. Kehadiran mereka bertujuan memastikan kegiatan distribusi berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran, tanpa kendala di lapangan.

Tercatat sebanyak 702 paket makanan bergizi disalurkan kepada para siswa di kedua sekolah tersebut. Selain para siswa, sejumlah guru yang mendampingi kegiatan juga turut menerima manfaat dari program MBG ini. Seluruh makanan dikirim langsung ke sekolah oleh petugas Dapur SPPG dengan dukungan pemerintah setempat.

Kapolsek Bontoala Kompol Andi Aris menyampaikan bahwa program MBG memberikan manfaat besar bagi perkembangan anak-anak, terutama dalam menjaga konsentrasi belajar dan tumbuh kembang mereka.

“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan program sosial seperti MBG ini berjalan dengan baik. Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masa depan anak-anak di Kecamatan Bontoala,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jajaran Polsek Bontoala akan terus mendukung program-program sosial pemerintah yang berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, dan lembaga pendidikan mampu menciptakan dampak positif, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun sosial.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” tambahnya.

Kompol Andi Aris berharap, kegiatan pemantauan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi anak, sekaligus mendorong keberlanjutan program pemerintah dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.