LENSA-RAKYAT.COM | Selama beberapa tahun terakhir, muncul banyak kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) akan menggantikan pekerjaan manusia. Namun, bagi profesional muda, penting untuk menggeser perspektif: AI bukanlah musuh, melainkan alat bantu yang semakin penting dalam menunjang produktivitas.
Contohnya, AI sudah banyak digunakan untuk otomatisasi tugas administratif, analisis data cepat, hingga penulisan draft awal laporan atau email. Ini bukan berarti pekerjaan hilang, tetapi justru membuka ruang agar waktu dan energi bisa dialihkan ke tugas strategis dan kreatif—hal-hal yang masih sangat bergantung pada kecerdasan manusia.
Kuncinya bukan melawan teknologi, tapi memanfaatkannya secara cerdas. Kuasai tools berbasis AI yang relevan dengan bidangmu, pahami batas-batas etis penggunaannya, dan jadikan teknologi sebagai mitra kerja yang memperkuat nilai kamu di tempat kerja.
AI tidak menggantikan profesional yang adaptif—ia justru memperkuat mereka
( Bang Ali )














