BERITA

Jelang Amarah dan May Day, Bhabinkamtibmas Polsek Bontoala Cooling System Wilayah

15
×

Jelang Amarah dan May Day, Bhabinkamtibmas Polsek Bontoala Cooling System Wilayah

Sebarkan artikel ini

Makassar – Jelang peringatan Amarah (April Makassar Berdarah) pada tanggal 21 April dan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, Polsek Bontoala melalui bhabinkamtibmasnya Aiptu H. Jayadi yang sehari harinya bertugas sebagai pembina Kelurahan Bontoala tua mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan cooling system berupa silaturahmi dan penggalangan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang dilaksanakan pada Selasa (14/04/26) di wilayah binaanya.

banner 970x250

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas yang berdampingan dengan Babinsa melakukan dialog langsung dengan masyarakat guna mempererat sinergi sekaligus menyampaikan himbauan kamtibmas.

Iapun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya menjelang momentum May Day.

Selain itu, masyarakat juga di himbau untuk selalu menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungannya masing masing serta tidak terprovokasi apabila ada isu isu ataupun ajakan yang dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Apabila terdapat potensi gangguan atau kejadian sekecil apapun, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” himbau Aiptu H. Jayadi.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari tokoh masyarakat yang menyatakan siap mendukung kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, dan kondusif.

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat, diharapkan wilayah Kecamatan Bontoala tetap dalam keadaan aman dan nyaman bagi seluruh warga.

BERITA

Ngopi Kamtibmas bukan sekadar nongkrong sambil minum kopi. Kegiatan ini dirancang sebagai forum terbuka, di mana polisi mendengar aspirasi warga secara langsung. “Tujuannya jelas: menjadi wadah bagi masyarakat menyuarakan keluhan wilayah terkait keamanan dan ketertiban,” ujar salah satu panitia. Hadir puluhan tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan sekitar 50 warga setempat, acara ini memperkuat sinergi tripihak: TNI, Polri, dan pemerintah daerah.