BERITA

Ketum PB Hipermata Kecam Tindakan Agresif Polisi di Makassar

296
×

Ketum PB Hipermata Kecam Tindakan Agresif Polisi di Makassar

Sebarkan artikel ini

Lensarakyat.com – Makassar. Ketua Umum PB Hipermata Mengecam Tindakan Represif Aparat Terhadap Kader Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia

Aksi unujuk rasa yg dilakukan Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (Kamri) pada Senin, 08 Juli 2024 di Jalan Sultan Alauddin mendapatkan tindakan represif dari pihak kepolisian.

banner 970x250
banner 970x250

Tindakan represif tersebut dilakukan oleh personil kepolisian dari Polsek Rappocini dan Polrestabes Makassar yang secara brutal melakukan pembubaran.

Menanggapi hal tersebut, Ketua umum PB Hipermata, Muhammad Nasrum mengecam tindakan represif itu.

Menurutnya, tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian telah mencederai demokrasi.

“Kebebasan berpendapat merupakan salah satu hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Negara wajib untuk memenuhi dan melindungi hak tersebut. Hal ini di atur dalam pasal 28 E ayat 3 UUD 1945,” kata Nasrum.

Lebih lanjut, Nasrum juga menyesalkan adanya tindakan gegabah dari Polrestabes Makassar yang secara sepihak melakukan penetapan tersangka.

“Kalau kita lihat opini yang berkembang, disampaikan ke publik seolah mahasiswa lah yang bersalah. Padahal, pada faktanya ada kejadian-kejadian yang seharusnya dipertimbangkan. Misalnya adanya represifitas aparat terhadap peserta aksi. Tidak boleh ada penetapan tersangka tanpa melihat fakta-fakta yang ada secara objektif, ini sangat disayangkan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan, agar Kapolrestabes Makassar segera membebaskan para aktivis yang ditahan dan ditersangkakan.

“Saya mendesak Kapolrestabes Makassar agar segera membebaskan para mahasiswa yang ditahan. Mereka hanya menyampaikan keresahan atas kebijakan pemerintah yang timpang. Buktikan bahwa institusi kepolisian itu mengayomi, bukan mendzolimi,” tegas Nasrum.

Di akhir, ia mengajak semua mahasiswa untuk ikut bersuara melakukan pembelaan solidaritas.

“Mahasiswa telah mencatat sejarahnya dalam mendobrak dinding kedzoliman. Kalau hari ini kembali ada praktik yang mencoba untuk membungkam mahasiswa, maka harus kita lawan. Karena itu, saya mengajak seluruh instansi mahasiswa dan kepemudaan untuk ikut andil melakukan aksi solidaritas,” tutupnya, (10/07/2024), Tutup. **

banner 970x250