oleh

Mengenal Budaya Kearifan Lokal, SD 2 Majene Kunjungan Belajar di Museum

LENSA-RAKYAT.COM, MAJENE | Untuk menambah pengetahuan siswa khususnya dalam budaya dan kearifan lokal suku Mandar agar siswa dapat mengetahui sejarah penting. Olehnya itu pihak Sekolah Dasar (SD) 2 Majene ajak siswanya mengunjungi Museum Mandar yang terletak di Kelurahan Pangali Ali, Kecamatan Banggae.

Mereka siswa yang berkunjung ini dipandu langsung pihak Museum sembari menceritakan budaya kearifan lokal suku Mandar Mejene yang merupakan sebuah sejarah yang harus diketahui siswa sebagai pelajaran dalam kunjungan belajar SD 2 ini.

banner 970x250
banner 970x250

Pemandu Museum Mandar Majene, Sutiawan mengatakan, kunjungan siswa di museum Mandar Majene tentunya mereka diperkenalkan budaya kearifan lokal Mandar.

“Nah dalam kunjungan mereka pelajar SD 2 dan pelajar lainnya ke museum Mandar Majene. Kami selaku pemandu rombongan, memperkenalkan siswa tentang budaya dan kearifan lokal Mandar. Dengan diperkenalkan budaya mereka tentunya dengan di usia dini mereka cepat menyadap sehingga setelah mereka tahu tentunya sudah mengenal budaya kearifan lokal Mandar Majene. Nah kunjungan belajar seperti ini patut diapresiasi sebab jangan sampai pelajar kita lebih mengenal budaya asing daripada budaya sendiri, seiring dengan perkembangan zaman,” kata Sutiawan belum lama ini.

Perlu diketahui kata Suriawan bahwa Museum Mandar Majene sebelumnya adalah Rumah Sakit Zaman Belanda.

“Jadi Museum ini bekas Rumah Sakit pada zaman Belanda dan ini Museum satu satunya di Mandar Majene Sulawesi Barat yang didirikan pada 2 Agustus 1984. Hal inilah histori merupakan bukti sejarah di Kabupaten Majene Sulawesi Barat sebagai kota tua pada pemerintah Afdeling Mandar di zaman pemerintahan Hindia Belanda. Kami berharap agar siswa yang berkunjung tidak akan melupakan sejarah budaya kearifan suku Mandar Majene,” tandasnya.

(Serman)

banner 970x250