Makassar – Aksi penolakan terhadap program pemilahan sampah sempat mengakibatkan akses jalan masuk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa di Jalan AMD Borong Jambu, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, tertutup selama beberapa jam, Selasa (28/7/2026).
Aksi massa menyampaikan penolakan terhadap kebijakan pemilahan sampah menjadi tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan residu, karena dinilai berpotensi memengaruhi mata pencaharian para pemulung yang selama ini bergantung pada aktivitas pemilahan sampah di kawasan TPA Tamangapa.
Dalam aksinya, massa menutup akses jalan menuju TPA, menyampaikan orasi secara bergantian menggunakan pengeras suara, serta membentangkan spanduk berisi aspirasi mereka. Penutupan tersebut sempat menghambat aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut sampah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyikapi situasi tersebut, personel Polsek Manggala yang dipimpin Wakapolsek Manggala, AKP H. Abd. Rahman, turun langsung ke lokasi untuk melaksanakan pengamanan, memantau situasi, sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada massa agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat luas.
Perwakilan massa diterima oleh Kasi Trantib dan Penegakan Perda Kecamatan Manggala, Muhammad Restu Ramadhani, S.Kom. Dalam dialog tersebut, warga meminta difasilitasi untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Makassar atau perwakilan Pemerintah Kota Makassar guna menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan program pemilahan sampah.
“Kami menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun kami juga mengimbau agar penyampaian pendapat dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya. Melalui komunikasi yang baik, kami berharap seluruh pihak dapat menemukan solusi yang terbaik,” ujar AKP H. Abd. Rahman.
Pendekatan persuasif yang dilakukan aparat kepolisian bersama unsur pemerintah akhirnya membuahkan hasil. Massa secara sukarela membuka kembali akses jalan menuju TPA Tamangapa sehingga kendaraan pengangkut sampah dapat kembali beroperasi.






















