LMND Kota Kendari gelar Aksi penolakan Soeharto sebagai pahlawan Nasional

- Penulis

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendari,lensa-rakyat.com || 10 November 2025 – Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan, Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi kota Kendari (EK-LMND Kendari) menggelar aksi demonstrasi untuk menyatakan penolakan tegas terhadap Pemberian gelar pahlawan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes moral dan politik terhadap upaya negara yang dinilai tengah melakukan pemutihan sejarah kelam rezim Orde Baru. Bagi LMND, pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan merupakan bentuk legitimasi terhadap kekerasan negara dan pembangunan kapitalistik yang menindas rakyat miskin, buruh, tani, dan mahasiswa.

“Bagaimana mungkin seorang diktator yang menumpahkan darah rakyat, membungkam demokrasi, dan menindas gerakan rakyat bisa disebut pahlawan? Ini adalah bentuk pelupaan sejarah dan pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan,”
tegas Jordi Apriyanto, Ketua EK-LMND Kota Kendari, dalam orasinya di tengah aksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

LMND Kendari menilai bahwa di bawah kepemimpinan Soeharto, Indonesia menyaksikan berbagai tragedi kemanusiaan: mulai dari genosida 1965–1966, penembakan misterius (Petrus) pada 1980-an, pendudukan militer di Timor Timur, hingga pembunuhan dan penculikan aktivis serta mahasiswa pada Mei 1998. Semua peristiwa itu menjadi bukti bahwa kekuasaan Orde Baru dibangun di atas represi, kekerasan, dan pengkhianatan terhadap rakyat.

Baca Juga:  UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat, Peneliti Minta Uji Aturan Integrasi ke BRIN Tetap Dilanjutkan

“Negara tidak boleh menutup mata terhadap sejarah kelam itu. Menjadikan Soeharto pahlawan berarti menginjak-injak ingatan para korban dan mengkhianati perjuangan rakyat yang gugur melawan tirani,”
lanjut Jordi.

Dalam aksinya, massa LMND Kendari membawa spanduk dan bendera merah sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, serta menyerukan agar seluruh elemen gerakan rakyat dan mahasiswa bersatu menolak pelupaan sejarah dan melawan legitimasi kekuasaan yang menindas.

LMND Kendari menegaskan bahwa Hari Pahlawan seharusnya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan rakyat, bukan untuk memuliakan penguasa yang berlumur darah rakyatnya.

“Pahlawan sejati adalah mereka yang berkorban demi bangsa dan negara, bukan yang menindas rakyat demi mencapai kekuasaan,” tutup pernyataan resmi Jordi Apriyanto ketua LMND kota Kendari.

Ode Sar

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaku Penikaman Saudara di Kel. Kalukuang Ditangkap Polsek Tallo
Satuan Lalu Lintas Polres Jeneponto Bagikan Helm SNI, Kasat Lantas : Wujud Perhatian Polantas Terhadap Keselamatan Berlalu Lintas.
Kapolrestabes Makassar Ajak Remaja Makmurkan Masjid, Upaya Tekan Kriminalitas Lewat Safari Subuh
Personel Polsek Rappocini Siaga Hingga Dini Hari, Antisipasi Kriminalitas Jalanan
Pesta Ballo Hingga Dini Hari Dibubarkan Polisi, 13 Remaja di Makassar Diamankan
Seminar Kebangsaan PGK di Makassar Perkuat Persatuan dan Semangat Nasionalisme
Nuansa Adat dan Haru Warnai Pisah Sambut Dandim 1409/Gowa di Makodim
Polres Jeneponto Gelar Sunat Massal Modern Premium Gratis Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 02:18 WITA

Pelaku Penikaman Saudara di Kel. Kalukuang Ditangkap Polsek Tallo

Senin, 8 Juni 2026 - 13:56 WITA

Satuan Lalu Lintas Polres Jeneponto Bagikan Helm SNI, Kasat Lantas : Wujud Perhatian Polantas Terhadap Keselamatan Berlalu Lintas.

Senin, 8 Juni 2026 - 06:54 WITA

Kapolrestabes Makassar Ajak Remaja Makmurkan Masjid, Upaya Tekan Kriminalitas Lewat Safari Subuh

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:04 WITA

Pesta Ballo Hingga Dini Hari Dibubarkan Polisi, 13 Remaja di Makassar Diamankan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:56 WITA

Seminar Kebangsaan PGK di Makassar Perkuat Persatuan dan Semangat Nasionalisme

Berita Terbaru

Di era media sosial, kecepatan menyebarkan informasi sering kali mengalahkan kepedulian untuk memahami dan merasakan kondisi sesama.

OPINI

Ketika Empati Kalah Cepat dari Viral

Senin, 8 Jun 2026 - 05:51 WITA