MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., mewakili Kapolda Sulawesi Selatan menghadiri pembukaan kegiatan Strong Heart Makassar 2026 yang berlangsung di Gedung Balai Manunggal M. Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Syeikh Assim Al-Hakeem, Ustadz Dr. KH. Ahmad Fahrur Rozi, S.Ag., M.Pd.I., Kapolsek Ujung Pandang Kompol H. Syamsuardi, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolrestabes Makassar menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Kapolda Sulawesi Selatan yang belum dapat hadir secara langsung karena adanya agenda mendesak, sehingga kehadirannya diwakili oleh Kapolrestabes Makassar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kombes Pol. Arya Perdana mengapresiasi kegiatan Strong Heart Makassar 2026 sebagai salah satu kegiatan positif yang dapat memperkuat nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, serta kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami dari pihak kepolisian tentu sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Ini merupakan kegiatan positif, karena pada dasarnya kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kota Makassar,” ujar Kapolrestabes Makassar.
Ia menjelaskan bahwa jumlah penduduk Kota Makassar yang mencapai sekitar 1,4 juta jiwa sangat jauh jumlahnya dibandingkan jumlah personil kepolisian yang ada di Kota Makassar. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kerja sama antara kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat.
“Kegiatan-kegiatan positif seperti ini sangat membantu kepolisian dalam menciptakan suasana yang aman, tenteram, dan kondusif. Kami juga terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.
Kapolrestabes Makassar juga menyampaikan sejumlah persoalan kamtibmas yang menjadi perhatian bersama, termasuk aksi geng motor dan tawuran yang terjadi pada malam hari. Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat.
“Situasi kamtibmas di Kota Makassar dalam satu bulan terakhir masih diwarnai sejumlah kejadian yang meresahkan, seperti geng motor dan tawuran pada malam hari. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama. Kejahatan bukan hanya terjadi karena adanya niat dan kesempatan, tetapi juga karena masih banyak orang baik yang memilih diam ketika melihat sesuatu yang tidak benar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan Strong Heart Makassar 2026 dapat terus dilaksanakan sebagai wadah untuk memperkuat persaudaraan, menyebarkan pesan-pesan kebaikan.
“Kegiatan seperti ini sangat mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Makassar. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus pesan bahwa Polri Bersama Masyarakat harus terus bersatu dalam menjaga keamanan dan menciptakan kehidupan yang damai kondusif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat semakin kuat sehingga situasi kamtibmas di Kota Makassar senantiasa terjaga dalam keadaan aman dan kondusif.

























