?>
?>

Polrestabes Makassar Ungkap Kasus Kekerasan Anak Berujung Maut di Mamajang

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar – Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dalam konferensi pers yang digelar di Aula Mappaodang Polrestabes Makassar, Jumat (24/04/2026), Kapolrestabes Makassar didampingi Kasat Reskrim AKBP AKBP Devi Sujana, SH.,SIK.,MH, Kasat Narkoba AKBP Lulik Febyantara, SIK.,MH, Kasat Intelkam Kompol Surahman, SH, Kasi Humas Kompol Wahiduddin, SH, Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada Wahyu A, ST dan Kapolsek Biringkanaya AKP Setiawan A. Malik, SIK.

“Kasus ini merupakan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang berujung pada hilangnya nyawa korban. Kami telah mengamankan satu orang tersangka berinisial IA alias IMMANG (45),” ujar Kapolrestabes.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 6 April 2026 sekitar pukul 16.10 WITA di Jalan Baji Pamai Dalam, Kelurahan Tamparang Keke, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar. Korban diketahui seorang remaja berusia 15 tahun.

Kapolrestabes mengungkapkan, motif sementara diduga karena tersangka emosi setelah berulang kali menegur korban yang sering berkumpul dan menimbulkan keributan di sekitar rumahnya.

Baca Juga:  Sinergi Polisi dan Warga, Bersihkan Jalan Demi Keselamatan Pengendara

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku kesal karena korban bersama teman-temannya sering membuat kegaduhan. Pelaku kemudian mendatangi korban dan melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka akibat benda tajam dan dinyatakan meninggal dunia. Polisi pun segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 Ayat (3) UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan.

Pasal 458 Ayat (1) UU RI No.1 Tahun 2023 tentang KUHPidana terkait perbuatan merampas nyawa orang lain atau pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun

Kapolrestabes juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara yang bijak dan tidak menggunakan kekerasan.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Desa Turatea Lakukan Sambang, Ajak Remaja Jauhi Pergaulan Bebas
Penangkapan Terduga Pelaku Pencurian oleh Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto
Wakapolda Sulsel Resmikan Jembatan di Dusun Bulu, Wujud Nyata Polri Hadir Berikan Manfaat bagi Masyarakat
Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat
Jaga Kamtibmas Bersama, Kapolsek Bontoala Rangkul Warga Lewat Ngopi Kamtibmas
Satlantas Polrestabes Makassar Bagikan Bendera Merah Putih Gratis Semarakkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81
Polrestabes Makassar Raih Predikat Pelayanan Prima A dari Kapolri
Wakapolda Sulsel Pimpin Rakor Perencanaan dan Penganggaran Polda Sulsel Tahun 2026, Dorong Program Kerja Tepat Sasaran
?>
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:37 WITA

Bhabinkamtibmas Desa Turatea Lakukan Sambang, Ajak Remaja Jauhi Pergaulan Bebas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Penangkapan Terduga Pelaku Pencurian oleh Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:52 WITA

Wakapolda Sulsel Resmikan Jembatan di Dusun Bulu, Wujud Nyata Polri Hadir Berikan Manfaat bagi Masyarakat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:22 WITA

Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Jaga Kamtibmas Bersama, Kapolsek Bontoala Rangkul Warga Lewat Ngopi Kamtibmas

Berita Terbaru

?>