MUNA, Lensa–rakyat.com || Perhelatan akbar Festival Budaya Puncak Wakila 2026 resmi berakhir. Kegiatan seni dan budaya yang telah berlangsung sejak 22 Agustus hingga 13 September 2026 ini ditutup secara khidmat pada Senin (21/9/2026).
Momen penutupan semakin istimewa dengan kehadiran tamu agung, Raja Nusak Amalo Nusa Tenggara Timur (NTT), Paduka Yang Mulia Vicoas TB Amalo, yang hadir didampingi permaisuri. Selain itu, jajaran pejabat Pemkab Muna, Asisten Setda, para Kepala OPD, Camat Lohia, serta Ketua Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Muna, YM La Ode Riago, SH, turut meramaikan acara tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, La Ode Nsora, SH, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari pemerintah daerah, lembaga adat, komunitas lokal, hingga para sponsor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, penutupan Festival Budaya Puncak Wakila berjalan dengan lancar dan sukses. Terima kasih atas kerja keras seluruh panitia, dukungan Pemerintah Daerah, Kecamatan, serta para pendukung seperti Ketua KKMM Sultra, Bapak La Ode Darwin, Ketua MAK Muna YM La Ode Riago, Lembaga Adat Wuna, APDESI Kab Muna, Persatuan Masyarakat Muna Indonesia, Are Entertainment, Rumah BUMN Raha, Asosiasi Pengusaha Perancang Model Indonesia Sulatra dan Kambawuna, serta ucapan terima kasih kepada para sponsor yakni bank BSI Muna, im3, Bank Sultra, PT. Tata Anugrah Birawa, dan PT. Indofood,” ujar sosok yang akrab disapa Odensora tersebut.
Odensora juga menambahkan bahwa kehadiran Raja Nusak Amalo NTT menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Muna.
“Ini adalah kado istimewa bagi kami di penutupan festival. Kehadiran beliau tidak lepas dari dukungan penuh Yang Mulia La Ode Riago SH,” tambahnya.
Sementara itu, Raja Nusak Amalo NTT, YM Vicoas TB Amalo, mengaku sangat terkesan dengan kekayaan budaya serta keindahan alam Kabupaten Muna. Sebelum menghadiri penutupan festival, ia beserta permaisuri sempat diajak mengitari kawasan wisata Napabale dan Danau Liangkabori.
“Luar biasa. Kabupaten Muna memiliki warisan peradaban yang sangat tua dan budaya yang masih terawat dengan sangat baik. Saya dan permaisuri sangat bersyukur bisa hadir di sini. Harapan kami, festival ini terus digelar setiap tahun agar kelestarian budaya Muna tetap terjaga,” pungkasnya.
Roy
























