Muna,Lensa-rakyat.com || Perayaan Iduladha 1447 H/2026 kembali menjadi momentum yang penuh makna bagi masyarakat. Di tengah gema takbir yang menggema dan suasana religius yang menyelimuti hari raya, semangat kebersamaan begitu terasa dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban bertema “Albert Berkurban Untuk Berbenah.”
Sejak pagi hari, masyarakat telah memadati lokasi pelaksanaan kurban dengan penuh antusias. Warga kelurahn sidodadi dan dari berbagai kalangan tampak terlibat langsung dalam proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban. Suasana gotong royong terlihat begitu hidup. Para pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat, hingga warga sekitar saling bekerja sama dengan penuh semangat dan kebahagiaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tangan-tangan yang saling membantu, tawa masyarakat, hingga kebersamaan saat membagikan daging kurban menjadi gambaran bahwa nilai persaudaraan dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Momentum Idul adha tidak hanya menghadirkan nuansa ibadah, tetapi juga mempertemukan rasa kemanusiaan dalam semangat berbagi. Dalam kegiatan tersebut, Albert turut menyampaikan pandangannya tentang hakikat kurban yang menurutnya bukan hanya sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan simbol pembelajaran spiritual dan sosial bagi manusia.
“ Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, Hakikat kurban adalah bagaimana manusia belajar menyembelih ego, keserakahan, rasa paling benar, dan kepentingan pribadi dalam dirinya. Sebab perubahan tidak akan lahir dari hati yang keras dan hanya memikirkan diri sendiri,” ujarnya.
Menariknya, tiga ekor sapi yang dikurbankan dalam kegiatan tersebut juga dimaknai memiliki nilai filosofis yang mendalam. Bagi Albert, tiga ekor sapi itu melambangkan tiga hubungan penting yang harus dijaga manusia dalam kehidupan, yakni hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam.
Menurut Albert ” hubungan dengan Allah menjadi pondasi spiritual yang melahirkan keikhlasan dan rasa syukur dalam hidup, Sementara hubungan dengan sesama manusia mengajarkan tentang kepedulian, persaudaraan, serta pentingnya gotong royong dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, Sedangkan hubungan manusia dengan alam dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan dan kehidupan sekitar agar tetap seimbang dan berkelanjutan.
Tiga makna itu menjadi pengingat bahwa hidup tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri, Manusia harus menjaga hubungan dengan Tuhannya, menjaga kemanusiaannya terhadap sesama, dan menjaga alam tempat ia hidup. Itulah hakikat kurban yang sesungguhnya,” ungkap Albert.
Nilai-nilai tersebut, menurut albert ini juga sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Muna yang sejak dahulu menjunjung tinggi kebersamaan, penghormatan, dan kehidupan sosial yang harmonis. Dalam kehidupan bermasyarakat, orang Muna mengenal nilai “ Pobini-binii Kuli ” sebuah falsafah yang mengajarkan manusia untuk saling menghargai, saling menjaga perasaan, dan memperlakukan orang lain sebagaimana memperlakukan diri sendiri, Falsafah itu menjadi dasar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Muna, di mana kebersamaan selalu ditempatkan di atas kepentingan dan kebutuhan pribadi.
Semangat saling membantu dalam momentum kurban tersebut menjadi cerminan bahwa nilai budaya dan nilai keagamaan dapat berjalan berdampingan dalam memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Albert menilai bahwa semangat Idul adha harus menjadi semangat untuk berbenah bersama, Bukan hanya membangun secara fisik, tetapi juga membangun nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kesadaran moral dalam kehidupan masyarakat.
“Kita ingin semangat berbagi ini menjadi energi untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial. Karena membangun daerah tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, tetapi juga dengan membangun hati dan rasa kebersamaan masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat suasana kekeluargaan. Warga tampak bahagia saat menerima daging kurban, sementara para panitia dan relawan bekerja dengan penuh semangat hingga kegiatan selesai.
Redaksi






















