LENSA-RAKYAT.COM, MAKASSAR | SPBU 74.922.05 Boddia kembali disorot. Dugaan praktik penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite kepada pelansir melalui motor tander kembali terjadi. Parahnya, praktik tersebut diduga diatur langsung oleh oknum pengawas SPBU atas nama Yaya.
Berdasarkan pantauan di lapangan sejumlah motor tander terlihat antre dan dilayani secara khusus. Para pelansir ini diduga membawa jerigen untuk menampung Pertalite dalam jumlah besar.
“Yang atur itu Pak Yaya. Dia pengawas di sini. Kalau tidak ada arahan dari dia, pelansir tidak bisa masuk dan dilayani. Motor tander itu sudah langganan tiap hari,” ungkap Sumber kepada media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Modus yang digunakan yakni Pertalite bersubsidi dibeli menggunakan motor yang dimodifikasi dengan tangki tambahan atau tander. Setelah penuh, BBM tersebut kemudian dijual kembali ke eceran atau dengan harga di atas HET.
Hingga berita ini diturunkan, Yaya selaku pengawas SPBU Boddia kecamatan Galesong kabupaten takalar belum dapat dikonfirmasi. Begitu juga dengan Manajer SPBU Boddia.
Menanggapi hal ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sulselbar diminta segera melakukan audit dan pengawasan ketat.
“SPBU ini dapat kuota subsidi untuk masyarakat. Kalau disalahgunakan untuk pelansir, ini merugikan negara dan rakyat kecil,” ujar Warga yang identitasnya dirahasiakan
Warga berharap aparat tidak tutup mata.
“Kalau dibiarkan terus, yang rugi kami. Di eceran Pertalite susah dan mahal, padahal di SPBU dijual ke pelansir,” ujar Warga.
(*)























