Kepala Desa Maperaha Apresiasi Karya Rasmin Jaya Mahasiswa Maperaha

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket : Rasmin Jaya ( Kanan ) Kepala Desa Maperaha, Damulin (Kiri )

Ket : Rasmin Jaya ( Kanan ) Kepala Desa Maperaha, Damulin (Kiri )

‎Muna Barat – lensa-rakyat.com || Kepala Desa Maperaha mendukung dan mengapresiasi terobosan karya buku berjudul “Transformasi dan Wacana di Era Distrupsi” karya Rasmin Jaya yang juga mahasiswa Desa Maperaha (06 Mei 2026 ).

‎Kepala Desa Maperaha, Damulin menyampaikan dukungan dan apresiasi setinggi-tingginya atas lahirnya karya tersebut. Di tengah pesatnya arus informasi dan tantangan era disrupsi, ia menilai langkah mahasiswa Desa Maperaha untuk tetap berkarya dan menulis adalah sebuah terobosan yang patut dicontoh.

‎”Kami sangat bangga sebagai pemerintah desa khususnya masyarakat desa Maperaha ada pemuda dan mahasiswa yang melahirkan sebuah karya serta mengangkat nama baik kampung halaman tercinta,” Jelasnya.

‎Ia mengharapkan, agar mahasiswa tidak hanya kuliah saja, tetapi harus memikirkan bisa berkarya dan memimpin agar menjadi bekal di masa depan.

‎Mahasiswa juga perlu mengisi dirinya dengan organisasi dan membaca sebagai proses menghadapi tantangan yang lebih besar ke depan agar bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya desa Maperaha.

‎”Semoga ini bisa menjadi langkah awal untuk melahirkan karya-karya selanjutnya dan bisa menjadi inspirasi untuk generasi serta bisa berdampak pada pembangunan desa dan daerah,” Tegasnya.

‎Ia berharap buku ini tidak hanya menjadi konsumsi akademis, tetapi juga menjadi rujukan bagi pemangku kebijakan dalam melahirkan produk hukum atau aturan.

‎Ia mencatat bahwa buku tersebut membedah isu yang sangat beragam, mulai dari kepemudaan, kepemiluan, pendidikan, hingga penegakan hukum di Sulawesi Tenggara.

‎Sementara Rasmin Jaya selalu penulis karya sangat menghargai dukungan dan support dari pemerintah desa.

‎”Sebagai mahasiswa Desa Maperaha, tentu kami sangat bersyukur bisa mendapatkan support sistem dari desa untuk terus melahirkan karya dan bisa bermanfaat untuk sesama,” Harapnya.

‎Tak hanya itu, ia juga menjelaskan soal budaya membaca dan menulis adalah instrumen sangat penting bagi mahasiswa untuk bersikap kritis dan kreatif. Menurutnya, sejarah bangsa selalu mencatat peran besar mahasiswa di setiap zamannya, dan hari ini, tanggung jawab tersebut terletak pada literasi.

‎”Buku adalah laboratorium dan jendela dunia. Jika mahasiswa mengalami degradasi literasi, dampaknya akan terasa pada masa depan bangsa karena mereka adalah calon pemimpin masa depan,” ujarnya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa karyanya merupakan refleksi kritis atas dinamika zaman yang ia tuangkan melalui catatan pinggir. Ia menegaskan bahwa menulis bukan sekedar untuk popularitas, melainkan upaya mengartikulasikan ide agar dapat memengaruhi publik secara positif.

‎”Menulis adalah proses belajar. Buku ini saya harap bisa menjadi instrumen yang aktual dan relevan untuk dibaca oleh aktivis mahasiswa, pegiat pemilu, dan para pemangku kepentingan di tengah krisis legitimasi dan degradasi wacana saat ini,” jelas Rasmin Jaya.

‎Ia berharap buku ini penting dan menjadi sangat berguna untuk dibaca sebagai sumber pemahaman serta inspirasi bagi mahasiswa, akademisi, hingga penyelenggara pemerintahan dalam mencari solusi terhadap beragam masalah yang ada di masyarakat.

‎Red

Baca Juga:  Tragedi Tawuran Mematikan di Makassar: Satu Jiwa Tewas Ditembak Anak Panah, Polisi Jerat Pasal Pembunuhan Berencana

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi di Makassar Patah Tangan saat Bubarkan Tawuran
Patroli Jalan Kaki, Polsek Tallo Sapa Warga dan Pantau Wilayah
Sinergi Polisi dan Masyarakat Diperkuat, FKPM Mannuruki Dorong Warga Peduli Kamtibmas
Sambut Hari Lalu Lintas ke-71, Satlantas Polrestabes Makassar Gelar Donor Darah
Safari Subuh Kapolrestabes Makassar Pesankan Jangan Takut Sampaikan Informasi Gangguan Kamtibmas
Kapolrestabes Makassar Tidak Henti Ajak Orang Tua Jaga Anak dari Geng Motor
Polsek Tallo Salurkan Bantuan Air untuk Warga Krisis Air Bersih
Emosi Tersiram Air, Ojol Diduga Pukul Pekerja Penyiram Tanaman Ditangkap Polisi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 00:12 WITA

Polisi di Makassar Patah Tangan saat Bubarkan Tawuran

Senin, 21 September 2026 - 08:40 WITA

Patroli Jalan Kaki, Polsek Tallo Sapa Warga dan Pantau Wilayah

Senin, 21 September 2026 - 02:32 WITA

Sinergi Polisi dan Masyarakat Diperkuat, FKPM Mannuruki Dorong Warga Peduli Kamtibmas

Senin, 21 September 2026 - 00:48 WITA

Sambut Hari Lalu Lintas ke-71, Satlantas Polrestabes Makassar Gelar Donor Darah

Minggu, 20 September 2026 - 23:43 WITA

Safari Subuh Kapolrestabes Makassar Pesankan Jangan Takut Sampaikan Informasi Gangguan Kamtibmas

Berita Terbaru

BERITA

Polisi di Makassar Patah Tangan saat Bubarkan Tawuran

Selasa, 22 Sep 2026 - 00:12 WITA