Ketum PB Hipermata Kecam Tindakan Agresif Polisi di Makassar

- Penulis

Rabu, 10 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensarakyat.com – Makassar. Ketua Umum PB Hipermata Mengecam Tindakan Represif Aparat Terhadap Kader Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia

Aksi unujuk rasa yg dilakukan Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (Kamri) pada Senin, 08 Juli 2024 di Jalan Sultan Alauddin mendapatkan tindakan represif dari pihak kepolisian.

Tindakan represif tersebut dilakukan oleh personil kepolisian dari Polsek Rappocini dan Polrestabes Makassar yang secara brutal melakukan pembubaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Ketua umum PB Hipermata, Muhammad Nasrum mengecam tindakan represif itu.

Menurutnya, tindakan represif yang dilakukan oleh pihak kepolisian telah mencederai demokrasi.

“Kebebasan berpendapat merupakan salah satu hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Negara wajib untuk memenuhi dan melindungi hak tersebut. Hal ini di atur dalam pasal 28 E ayat 3 UUD 1945,” kata Nasrum.

Lebih lanjut, Nasrum juga menyesalkan adanya tindakan gegabah dari Polrestabes Makassar yang secara sepihak melakukan penetapan tersangka.

“Kalau kita lihat opini yang berkembang, disampaikan ke publik seolah mahasiswa lah yang bersalah. Padahal, pada faktanya ada kejadian-kejadian yang seharusnya dipertimbangkan. Misalnya adanya represifitas aparat terhadap peserta aksi. Tidak boleh ada penetapan tersangka tanpa melihat fakta-fakta yang ada secara objektif, ini sangat disayangkan,” lanjutnya.

Baca Juga:  Polsek Tallo Gerak Cepat Bantu Padamkan Kebakaran di Lahan Tony Gosal

Tak hanya itu, ia juga menegaskan, agar Kapolrestabes Makassar segera membebaskan para aktivis yang ditahan dan ditersangkakan.

“Saya mendesak Kapolrestabes Makassar agar segera membebaskan para mahasiswa yang ditahan. Mereka hanya menyampaikan keresahan atas kebijakan pemerintah yang timpang. Buktikan bahwa institusi kepolisian itu mengayomi, bukan mendzolimi,” tegas Nasrum.

Di akhir, ia mengajak semua mahasiswa untuk ikut bersuara melakukan pembelaan solidaritas.

“Mahasiswa telah mencatat sejarahnya dalam mendobrak dinding kedzoliman. Kalau hari ini kembali ada praktik yang mencoba untuk membungkam mahasiswa, maka harus kita lawan. Karena itu, saya mengajak seluruh instansi mahasiswa dan kepemudaan untuk ikut andil melakukan aksi solidaritas,” tutupnya, (10/07/2024), Tutup. **

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Tidung Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba dan Bullying
Kabur ke Polewali Mandar, Penikam Ojol di Makassar Dibekuk Polisi
Bidhumas Polda Sulsel Gelar Rakernis T.A. 2026, Perkuat Komunikasi Publik dan Manajemen Media
Kapolda Sulsel Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Ciptakan Rasa Aman, Polsek Tallo Patroli Sejumlah Wilayah hingga Larut Malam
Ribuan Warga Bone Ikuti Tradisi Manre Ri Bone di Tanah Bangkalae
Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kapolrestabes Makassar Teguhkan Komitmen Jaga Persatuan
SMA Kemala Taruna Bhayangkara Buka Penerimaan Siswa Baru, Tawarkan Beasiswa Pendidikan 100 Persen
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:56 WITA

Bhabinkamtibmas Tidung Edukasi Pelajar Bahaya Narkoba dan Bullying

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:46 WITA

Kabur ke Polewali Mandar, Penikam Ojol di Makassar Dibekuk Polisi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:06 WITA

Bidhumas Polda Sulsel Gelar Rakernis T.A. 2026, Perkuat Komunikasi Publik dan Manajemen Media

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:41 WITA

Kapolda Sulsel Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:24 WITA

Ciptakan Rasa Aman, Polsek Tallo Patroli Sejumlah Wilayah hingga Larut Malam

Berita Terbaru