KKN Kebangsaan 2025 Luncurkan Solusi Digital untuk Keselamatan Wisatawan di Desa Bonto Matinggi

- Penulis

Selasa, 22 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Lensa.Rakyat.com, Maros || Inovasi digital berbasis edukasi kembali dihadirkan melalui program KKN Kebangsaan 2025. Desa Bonto Matinggi, yang berada di wilayah dengan potensi wisata dan risiko bencana, kini resmi memiliki sebuah website mitigasi bencana yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan para wisatawan.

Website ini dirancang untuk memberikan informasi penting mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan wisataserta langkah-langkah penanganan saat menghadapi situasi bencana seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

Melalui artikel informatif dan video edukatif yang disajikan secara visual dan interaktif, pengunjung dapat mempelajari cara bertindak dalam keadaan darurat, mulai dari prosedur evakuasi, informasi persiapan menghadapi bencana, hingga panduan keselamatan pribadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya itu, website ini juga dilengkapi dengan fitur nomor darurat yang dapat langsung diakses jika terjadi kondisi tak terduga, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat segera meminta bantuan saat dibutuhkan.

Baca Juga:  Kabid Humas Polda Sulsel : Cegah Terjadinya Kembali Kasus Aliran Sesat Oknum Orang tua Melukai Mata Anaknya:, Peran tokoh Agama diperlukan Dalam memberikan Pencerahan

Salah satu peserta KKN Kebangsaan 2025 yang juga merupakan pengembang website ini menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari hasil kolaborasi antara dirinya dan masyarakat Desa Bonto Matinggi.

“Website ini saya kembangkan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung literasi kebencanaan di kawasan wisata. Harapannya, para wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memiliki pengetahuan dasar tentang kesiapsiagaan bencana,” ungkap Nazilatul Azza, mahasiswa Teknologi Informasi dari Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan.

Website mitigasi bencana Desa Bonto Matinggi ini dapat diakses melalui tautan : https://pemdesabontomatinggi.github.io/_mitigasibencanadesabontomatinggi/

Dengan kehadiran platform ini, Desa Bonto Matinggi tidak hanya memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis alam, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam membangun desa tangguh bencana melalui pendekatan teknologi dan edukasi digital.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satuan Lalu Lintas Polres Jeneponto Bagikan Helm SNI, Kasat Lantas : Wujud Perhatian Polantas Terhadap Keselamatan Berlalu Lintas.
Kapolrestabes Makassar Ajak Remaja Makmurkan Masjid, Upaya Tekan Kriminalitas Lewat Safari Subuh
Personel Polsek Rappocini Siaga Hingga Dini Hari, Antisipasi Kriminalitas Jalanan
Pesta Ballo Hingga Dini Hari Dibubarkan Polisi, 13 Remaja di Makassar Diamankan
Seminar Kebangsaan PGK di Makassar Perkuat Persatuan dan Semangat Nasionalisme
Nuansa Adat dan Haru Warnai Pisah Sambut Dandim 1409/Gowa di Makodim
Polres Jeneponto Gelar Sunat Massal Modern Premium Gratis Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
Tak Kapok Masuk Penjara, Residivis Kembali Gasak Emas Orang Tua hingga Rp75 Juta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 13:56 WITA

Satuan Lalu Lintas Polres Jeneponto Bagikan Helm SNI, Kasat Lantas : Wujud Perhatian Polantas Terhadap Keselamatan Berlalu Lintas.

Senin, 8 Juni 2026 - 06:54 WITA

Kapolrestabes Makassar Ajak Remaja Makmurkan Masjid, Upaya Tekan Kriminalitas Lewat Safari Subuh

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:00 WITA

Personel Polsek Rappocini Siaga Hingga Dini Hari, Antisipasi Kriminalitas Jalanan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:56 WITA

Seminar Kebangsaan PGK di Makassar Perkuat Persatuan dan Semangat Nasionalisme

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:58 WITA

Nuansa Adat dan Haru Warnai Pisah Sambut Dandim 1409/Gowa di Makodim

Berita Terbaru

Di era media sosial, kecepatan menyebarkan informasi sering kali mengalahkan kepedulian untuk memahami dan merasakan kondisi sesama.

OPINI

Ketika Empati Kalah Cepat dari Viral

Senin, 8 Jun 2026 - 05:51 WITA