?>
?>

Mahasiswa Sultra Desak Perubahan Arah Politik Wakil Rakyat

- Penulis

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket : Farid Fagi Maladi, S.AP .Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo

Ket : Farid Fagi Maladi, S.AP .Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo

Kendari, 20 Agustus 2025 – Di tengah derasnya arus krisis sosial-ekonomi yang masih membelenggu rakyat, keputusan kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) justru menjadi ironi baru dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Kritik keras datang dari kalangan mahasiswa dan alumni di Sulawesi Tenggara, yang menilai kebijakan tersebut tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga memperlihatkan betapa jauh jarak antara gedung parlemen dan denyut nadi rakyat kecil.

Farid Fagi Maladi, S.AP, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo, menegaskan bahwa kenaikan tunjangan DPR bukan lagi soal teknis anggaran, melainkan persoalan nurani.

“Kenaikan ini seakan mengukuhkan DPR sebagai menara gading yang semakin tinggi, sementara rakyat tetap dipaksa menunduk menanggung beban hidup. Ini bukan hanya masalah ekonomi, tetapi masalah etika politik,” ungkap Farid.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Farid menyoroti bahwa mahasiswa di Sulawesi Tenggara kini tengah menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan, biaya kuliah yang semakin tinggi, serta ketidakpastian lapangan kerja. Dalam kondisi ini, DPR justru lebih sibuk mengurus kesejahteraan internalnya daripada membahas kebijakan nyata yang menyentuh kepentingan generasi muda.

Baca Juga:  Beri Pelayanan Terbaik ke Masyarakat, Kapolres Sinjai Raih Dua Penghargaan Dari Jakarta

Menurutnya, ketidakjelasan arah politik DPR semakin memperlebar jurang kepercayaan publik.

Transparansi yang lemah, kinerja legislasi yang sering menuai kontroversi, dan minimnya keberpihakan pada kebijakan pro-rakyat membuat kenaikan tunjangan DPR sulit diterima akal sehat. Demokrasi tidak boleh hanya dipahami sebagai hak memilih lima tahun sekali, tetapi juga kewajiban wakil rakyat untuk hidup sederhana dan mendengar suara masyarakat,” tambah Farid.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa dan alumni di Sulawesi Tenggara harus terus berdiri di garis depan untuk mengawal demokrasi agar tidak berubah menjadi oligarki yang terselubung. Bagi Farid, kritik ini bukan sekadar perlawanan wacana, tetapi ajakan moral untuk mengembalikan politik ke fitrahnya: melayani rakyat.

“Jika DPR kehilangan empati, maka mahasiswa tidak boleh kehilangan daya kritis. Inilah saatnya generasi muda menegaskan bahwa suara rakyat bukan sekadar slogan kampanye, melainkan amanat yang harus diperjuangkan dengan hati nurani,” tutupnya.

Red

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Desa Turatea Lakukan Sambang, Ajak Remaja Jauhi Pergaulan Bebas
Penangkapan Terduga Pelaku Pencurian oleh Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto
Wakapolda Sulsel Resmikan Jembatan di Dusun Bulu, Wujud Nyata Polri Hadir Berikan Manfaat bagi Masyarakat
Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat
Jaga Kamtibmas Bersama, Kapolsek Bontoala Rangkul Warga Lewat Ngopi Kamtibmas
Satlantas Polrestabes Makassar Bagikan Bendera Merah Putih Gratis Semarakkan HUT Kemerdekaan RI Ke-81
Polrestabes Makassar Raih Predikat Pelayanan Prima A dari Kapolri
Wakapolda Sulsel Pimpin Rakor Perencanaan dan Penganggaran Polda Sulsel Tahun 2026, Dorong Program Kerja Tepat Sasaran
?>
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:37 WITA

Bhabinkamtibmas Desa Turatea Lakukan Sambang, Ajak Remaja Jauhi Pergaulan Bebas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Penangkapan Terduga Pelaku Pencurian oleh Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:52 WITA

Wakapolda Sulsel Resmikan Jembatan di Dusun Bulu, Wujud Nyata Polri Hadir Berikan Manfaat bagi Masyarakat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:22 WITA

Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Jaga Kamtibmas Bersama, Kapolsek Bontoala Rangkul Warga Lewat Ngopi Kamtibmas

Berita Terbaru

?>