Harga Beras Meroket !! Ketua KNPI Sultra menduga Ada Pihak Yang bermain Mata, Polda Sultra Harus Segera turun Lapangan

- Penulis

Senin, 18 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KNPI Sulra Hendrawan Sumus Gia ,Foto : Istimewa

Ketua KNPI Sulra Hendrawan Sumus Gia ,Foto : Istimewa

KENDARI, lensa-rakyat.com || Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hendrawan Sumus Gia menyikapi kenaikan harga beras yang terus terjadi hingga hari ini.

Hendrawan mengaku menduga adanya mafia beras yang melibatkan oknum-oknum di lintas stakeholder, sehingga harga beras terus mengalami kenaikan.Olehnya itu, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Distribusi Kadin Sultra mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Sultra segera turun lapangan mengungkap dugaan adanya mafia beras.

“Saya meminta pihak Polda Sultra agar segera turun lapangan, saya menduga ada mafia beras yang melibatkan stakeholder yang menyebabkan terjadinya fenomena kenaikan harga beras di pasaran,” ujar Hendrawan Sumus Gia, Minggu 17 Maret 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, meskipun fenomena kenaikan harga beras ini terjadi secara nasional, namun khusus di Sultra seharusnya tidak terjadi, karena merupakan daerah pertanian dan penghasil beras.

Sehingga, dirinya menduga telah terjadi permainan dalam alur distribusi beras, khususnya di Bulog dan para pengusaha besar.Sebab, Bulog yang seharusnya berperan untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilisasi harga beras justru tak mampu menunjukkan perannya. Padahal, pihak Bulog Divre Sultra selalu mengaku ketersedian stok aman.’

“Ini kan aneh, Bulog Divre Sultra selalu menyampaikan bahwa pasokan atau stok beras aman, namun di pasaran harga beras malah menggila dan meresahkan masyarakat. Makanya tadi saya bilang, soal dugaan adanya mafia beras yang melibatkan stakeholder,” ungkapnya.

Baca Juga:  Polsek Tallo ungkap pelaku tindak pidana kekerasan terhadap barang atau pengrusakan

Lebih lanjut, Hendrawan Sumus Gia mengaku sudah mendatangi Bulog untuk meminta penjelasan terkait kenaikan harga beras.Dari pertemuan tersebut, kata pria yang populer dengan sapaan Hendrawan itu, pihak Bulog merinci bahwa sebanyak 5700 ton beras didistribusikan setiap bulan, yang terdiri dari 2194 ke penerima manfaat (masyarakat miskin penerima bantuan sosial), dan 3500 ton yang didistribusikan ke pasaran.

Ditambahkannya, khusus yang didistribusikan ke pasaran, pihak Bulog mengaku menjual langsung kepada pedagang eceran di pasar. Anehnya, saat dilakukan kroscek disejumlah pasar di Kota Kendari, justru beras yang didistribusikan Bulog tidak kelihatan.

“Kalau berdasarkan informasi valid yang saya terima, beras tersebut dijual kepada pengusaha besar dengan harga umum. Nah, di sinilah bisa kita simpulkan adanya dugaan mafia beras,” tambahnya.

Menurut dia, mafia beras yang dimaksud adalah sekelompok orang mulai dari Bulog hingga ke pengusaha besar, yang melakukan kongkalikong sehingga harga beras terus naik.

Bahkan, Hendrawan juga menduga mafia beras tersebut diketahui oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, khususnya di Dinas Perdagangan.Meski Pemprov Sultra melakukan pasar murah, namun hal itu tak berefek untuk mengantisipasi kenaikan harga beras.

” Pemprov tidak paham untuk mengatasi situasi ini, atau pura-pura tidak paham, jangan sampai mereka juga bagian dari kongkalikong para mafia beras,” Sindirnya

Editor : Roy

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Kerukunan dan Waspada Kebakaran, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sambangi Warga di Kebun
Disela Kegiatan Melayat Warga Yang Berduka, Bhabinkamtibmas Ingatkan Warga soal Bahaya Kebakaran
Sidokkes Polres Jeneponto Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala di Polsek Arungkeke
Safari Subuh Kapolrestabes Makassar Ajak Warga Makmurkan Masjid dan Tolak Main Hakim Sendiri
Kebakaran Dini Hari di Mangara Bombang, Tidak Ada Korban Jiwa
Polrestabes Makassar Ungkap Kasus Pengambilan Paksa Balita, Tiga Tersangka Diamankan
Kapolda Sulsel Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Serta Lantik Karolog dan Kapolresta Gowa
Kesepakatan Damai di Mapolsek: Sengketa Jalan Sunu Diselesaikan secara Kekeluargaan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:02 WITA

Jaga Kerukunan dan Waspada Kebakaran, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sambangi Warga di Kebun

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:32 WITA

Disela Kegiatan Melayat Warga Yang Berduka, Bhabinkamtibmas Ingatkan Warga soal Bahaya Kebakaran

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:25 WITA

Sidokkes Polres Jeneponto Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala di Polsek Arungkeke

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:09 WITA

Safari Subuh Kapolrestabes Makassar Ajak Warga Makmurkan Masjid dan Tolak Main Hakim Sendiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:56 WITA

Kebakaran Dini Hari di Mangara Bombang, Tidak Ada Korban Jiwa

Berita Terbaru