Indonesia Akan Dorong Penguatan Arsitektur Sistem Ketahanan Kesehatan Dunia

- Penulis

Jumat, 21 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensa-Rakyat.Com, Jakarta – Krisis Covid-19 telah menunjukkan rapuhnya ketahanan kesehatan global di semua negara. Kolaborasi saat ini, seperti Covax Facility, hanyalah solusi sesaat. Selain itu, peran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga belum mencakup banyak hal strategis bagi kehidupan dunia.

“Oleh karena itu, ke depan, kita perlu solusi permanen, agar dunia mampu menghadapi permasalahan kesehatan yang tidak terduga,” ujar Presiden Joko Widodo dalam sesi tanya jawab pada pertemuan World Economic Forum secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 20 Januari 2022.

Terkait dengan hal tersebut, Indonesia juga akan mendorong penguatan arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia yang dijalankan oleh sebuah badan dunia seperti Dana Moneter Internasional (IMF) di sektor keuangan. Hal tersebut juga akan menjadi salah satu fokus Indonesia pada Presidensi G20.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Presiden Jokowi, badan tersebut memiliki tugas untuk menggalang sumber daya kesehatan dunia, antara lain untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia, pembelian vaksin, obat dan alat kesehatan. Selain itu, juga untuk merumuskan standar protokol kesehatan global yang antara lain mengatur perjalanan lintas batas negara agar standar protokol kesehatan di semua negara bisa sama.

Baca Juga:  Pin Up Casino Azerbaijan Oyun klubunun rəsmi sayt

“Memberdayakan negara berkembang dalam hal kapasitas manufaktur lokal, antara lain pengelolaan hak paten, akses terhadap teknologi, investasi produksi alat kesehatan dan obat-obatan, dan lain-lain,” imbuh Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menambahkan bahwa untuk membangun arsitektur baru sistem ketahanan kesehatan dunia tersebut dibutuhkan pembiayaan bersama. Presiden meyakini bahwa biaya tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan kerugian akibat kerapuhan sistem kesehatan global, sebagaimana saat dunia menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Seharusnya, negara-negara maju tidak berkeberatan untuk mendukung inisiatif bersama ini,” tandasnya.

Sumber (BPMI Setpres)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Sulsel Resmikan Lapangan Tembak Tathya Dharaka dan Buka Kejuaraan Menembak Bupati Sidrap Cup II Tahun 2026
Bhabinkamtibmas Kelurahan Jongaya Perkuat Sinergi dengan Warga Melalui Pengamanan Pasar Murah
Bhabinkamtibmas Bahu-membahu Warga Perbaiki Jalan Rusak, Imbau Waspada Musim Kemarau
Pelayanan Prima di Jam Sibuk, Kapolsek Tamalanrea Bersama Personel Pengaturan Arus Lalu Lintas
Aksi Penolakan Program Pemilahan Sampah Sempat Tutup Akses TPA Tamangapa, Polisi Lakukan Pendekatan Persuasif
Kapolrestabes Makassar Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Saat Apel Jam Pimpinan
Panen Raya Jagung Kuartal III 2026 di Sidrap Dukung Swasembada Pangan Nasional
Patroli Jalan Kaki Polsek Tallo Masuk Lorong, Warga Merasa Lebih Aman
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:52 WITA

Kapolda Sulsel Resmikan Lapangan Tembak Tathya Dharaka dan Buka Kejuaraan Menembak Bupati Sidrap Cup II Tahun 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:11 WITA

Bhabinkamtibmas Kelurahan Jongaya Perkuat Sinergi dengan Warga Melalui Pengamanan Pasar Murah

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:33 WITA

Bhabinkamtibmas Bahu-membahu Warga Perbaiki Jalan Rusak, Imbau Waspada Musim Kemarau

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:24 WITA

Pelayanan Prima di Jam Sibuk, Kapolsek Tamalanrea Bersama Personel Pengaturan Arus Lalu Lintas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:49 WITA

Kapolrestabes Makassar Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Saat Apel Jam Pimpinan

Berita Terbaru