Ketika Hukum Tak Bertanduk, Keadilan Ikut Terseret

Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas: Potret Rapuhnya Wibawa Hukum

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSA RAKYAT.COM,

Hukum seharusnya menjadi tanduk bagi negara—kuat, tegas, dan mampu melindungi siapa saja tanpa pandang bulu. Namun ketika hukum “tak bertanduk”, ia kehilangan daya gentarnya. Yang tersisa hanyalah aturan tanpa keberanian, prosedur tanpa keadilan, dan penegakan yang kerap berat sebelah. Dalam kondisi seperti itu, keadilan pun ikut terseret ke jurang ketidakpercayaan publik.

Fenomena ini bukan sekadar asumsi masyarakat. Kita sering menyaksikan bagaimana hukum terlihat sangat cepat dan tajam terhadap rakyat kecil, tetapi lambat bahkan melemah ketika berhadapan dengan kekuasaan, uang, atau pengaruh politik. Ketimpangan perlakuan inilah yang melahirkan anggapan bahwa hukum hanya kuat kepada mereka yang lemah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, inti dari supremasi hukum adalah kesetaraan di hadapan aturan. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pejabat dan rakyat biasa, antara yang memiliki kekuasaan dan yang tidak. Ketika prinsip itu runtuh, maka hukum kehilangan wibawanya sebagai penjaga keadilan.

Lebih berbahaya lagi, lemahnya ketegasan hukum dapat memicu krisis kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Masyarakat mulai mempertanyakan keberadaan hukum: apakah benar untuk melindungi semua orang, atau hanya menjadi alat bagi kelompok tertentu? Jika kepercayaan ini terus terkikis, maka bukan hanya hukum yang melemah, tetapi juga sendi demokrasi dan stabilitas sosial.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Polsek Manggala Terus Perkuat Silaturahmi, Sambangi Warga Lewat Door to Door System

Keadilan sejatinya bukan hanya tentang menghukum pelaku pelanggaran, melainkan juga memastikan setiap warga negara memperoleh perlindungan yang sama. Hukum yang tidak berani menegakkan kebenaran akan menyeret keadilan menjadi sekadar slogan tanpa makna.

Karena itu, penegakan hukum harus dikembalikan pada marwahnya: independen, transparan, dan bebas dari intervensi kepentingan. Aparat penegak hukum dituntut tidak hanya bekerja berdasarkan aturan tertulis, tetapi juga menjunjung nilai moral dan rasa keadilan masyarakat.

Pada akhirnya, negara yang kuat bukanlah negara yang memiliki banyak aturan, melainkan negara yang mampu menegakkan hukum secara adil. Sebab ketika hukum kehilangan “tanduknya”, keadilan tidak hanya terseret—ia bisa hilang di tengah kepentingan dan kekuasaan.

Penulis : Hsb

Editor : Tim Redaksi

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Jeneponto Safari Subuh di Masjid Babussalam, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama
Cara Polisi di Arungkeke Jeneponto Jaga Kampung Kondusif : Sasar Ibu-ibu, Titip Pesan Damai
Polres Jeneponto Salurkan Bansos di Empoang, Wujud Peduli HUT Bhayangkara ke-80
Sampah Organik di SDI Maccini Sombala Diolah Menjadi Pupuk Kompos Bernilai Ekonomi
Menciptakan Lapangan Kerja Seharusnya Jadi Panggung, Bukan Dijadikan Pesta: Saat Niat Baik Dibajak Kepentingan
Safari Magrib Kapolres Jeneponto Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Jadikan Masjid Tempat Persatuan
Patroli Lalu Lintas di Jalur Padat Jeneponto, Kasat Lantas: Fokus pada Knalpot Brong dan Parkir Liar
LDII Sulsel Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Seminar Nasional UMKM . 
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:50 WITA

Kapolres Jeneponto Safari Subuh di Masjid Babussalam, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:55 WITA

Cara Polisi di Arungkeke Jeneponto Jaga Kampung Kondusif : Sasar Ibu-ibu, Titip Pesan Damai

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:05 WITA

Polres Jeneponto Salurkan Bansos di Empoang, Wujud Peduli HUT Bhayangkara ke-80

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:45 WITA

Sampah Organik di SDI Maccini Sombala Diolah Menjadi Pupuk Kompos Bernilai Ekonomi

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:13 WITA

Menciptakan Lapangan Kerja Seharusnya Jadi Panggung, Bukan Dijadikan Pesta: Saat Niat Baik Dibajak Kepentingan

Berita Terbaru