Polri Memandang Rakyat sebagai Subjek Pembangunan Nasional

- Penulis

Minggu, 6 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensa-Rakyat.Com, Jakarta – Ketika Polri diberikan amanah dan instruksi dari presiden untuk mengimplementasikan dan mewujudkan seluruh rencana pembangunan nasional menuju Indonesia Maju, maka melekat dalam amanah dan instruksi tersebut sebuah tugas untuk menciptakan rasa aman, adil, dan kepastian berusaha di dalam negeri.  

Aspek-aspek itu penting dan dibutuhkan untuk mengundang kehadiran investasi dan keberlanjutan pembangunan. Tanpa rasa aman, sulit investasi ekonomi dan pembangunan dapat berjalan.  

Namun, pelaksanaan tugas Polri dalam pembangunan nasional tidak semata-mata menjadikan Polri sebagai pengawal investasi belaka. Polri tidak hanya bersikap pro-investment tetapi juga menyadari benar hakikat pembangunan nasional Indonesia yakni pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, Minggu, (6/3/22).  

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembangunan adalah untuk manusia. Dengan demikian, pembangunan di Indonesia ditujukan secara merata untuk seluruh masyarakat di seluruh wilayah tanah air.  

Manusia Indonesia adalah subjek dan objek pembangunan Indonesia sehingga pembangunan akan menghasilkan manusia dan masyarakat yang maju dan berkepribadian Indonesia.  

Pembangunan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan Pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang.    

Namun ada kalanya proses pembangunan diwarnai oleh konflik yang terjadi di antara para pemangku kepentingannya. Di sinilah Polri berperan menjaga agar konflik itu tidak memiliki dampak negatif terhadap pelaksanaan pembangunan.  

Baca Juga:  PPKM Wilayah Sulsel Turun Level 2, Kabidhumas Sampaikan Jajaran Polda Sulsel Bakal Terus Sosialiasi Dan Disiplinkan Prokes

Polri berupaya memastikan agar setiap koridor dan landadan hukum yang ada bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan konflik-konflik tersebut. Hukum di sini tidak hanya berupa regulasi dan perundang-undangan, melainkan juga norma-norma, musyawarah, dan nilai-nilai lokal yang diakui bersama.  

Itu sebabnya, Polri memandang, setiap proses pembangunan harus diiringi dengan pembangunan hukum dan pembentukan kesadaran hukum di kalangan masyarakat agar terbentuk kesepahaman bersama bahwa setiap persoalan bisa dicarikan solusinya secara terhormat dan beradab, termasuk melalui jalur hukum.  

Adanya kesepahaman bersama ini semakin penting karena karakter masyarakat Indonesia yang sangat majemuk. Tidak ada sifat monolitik dalam masyarakat Indonesia. Bahkan, dengan segala hormat, di kalangan masyarakat bawah dan kaum tak berpunya pun, kepentingannya acapkali tidak sama. Keliru jika mengklaim sebuah program pembangunan akan merugikan rakyat kecil. Sebab, senantiasa ada rakyat kecil lain yang justru merasa diuntungkan dan mendukung program pembangunan itu.  

Karena itu, tidak bijak menilai sebuah program pembangunan  didasarkan pendekatan kelas. Hal itu akan sangat mudah diprovokasi menjadi benturan yang menganggu kepentingan yang lebih besar, termasuk kepentingan bersama akan rasa aman.  Kritik atas pembangunan memang sebaiknya tidak dikaitkan dengan sentimen kelas yang lebih mengusik aspek emosi ketimbang rasionalitas. Pengunaan jalur hukum yang beradab sebaiknya menjadi pilihan utama dalam upaya menyelesaiakn perbedaan pendapat dalam proses pembangunan di Indonesia.

Sumbet ( Tribratanews.polri.go.id )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Langkah Hijau untuk Senyum yang Lebih Bermakna: Orca+ dan Greater Good Berkolaborasi Hadirkan Program “Smile for Earth”
Kapolda Sulsel Pimpin Anjangsana Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Pererat Silaturahmi dengan Purnawirawan
Polda Sulsel Rilis Hasil Pengungkapan Kasus Januari–Juni 2026, Ribuan Pelaku Diamankan
Polrestabes Makassar Gelar Turnamen Mobile Legends Sambut Hari Bhayangkara ke-80
Kapolsek Manggala Pimpin Penangkapan Pria Diduga Kerap Buat Onar Ancam Warga dengan Parang
Personel Satlantas Jeneponto Lakukan Pengaturan Arus Lalu Lintas di Sejumlah Titik Rawan
Sambut HUT Bhayangkara ke- 80, Polrestabes Makassar Gelar Lomba Peraturan Baris Berbaris, Tata Upacara Bendera, dan Video Vlog
Semarakkan Hari Bhayangkara ke- 80, Polrestabes Makassar Gelar Car Free Day
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:21 WITA

Satu Langkah Hijau untuk Senyum yang Lebih Bermakna: Orca+ dan Greater Good Berkolaborasi Hadirkan Program “Smile for Earth”

Senin, 29 Juni 2026 - 14:11 WITA

Kapolda Sulsel Pimpin Anjangsana Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Pererat Silaturahmi dengan Purnawirawan

Senin, 29 Juni 2026 - 13:52 WITA

Polda Sulsel Rilis Hasil Pengungkapan Kasus Januari–Juni 2026, Ribuan Pelaku Diamankan

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49 WITA

Polrestabes Makassar Gelar Turnamen Mobile Legends Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Senin, 29 Juni 2026 - 06:02 WITA

Kapolsek Manggala Pimpin Penangkapan Pria Diduga Kerap Buat Onar Ancam Warga dengan Parang

Berita Terbaru