Miris, Sejumlah Kades di Galesong Tak Netral, Gempita Desak Bawaslu Ambil Tindakan

- Penulis

Kamis, 26 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensa-Rakya.com || Takalar. Tersebar video yang diduga pertemuan beberapa kepala desa di Galesong bersama salah satu Calon Bupati Takalar, Daeng Manye. 

Video tersebut disebarkan langsung oleh akun Facebook Barisan Tangguh Daeng Manye.

Dalam video yang berdurasi satu menit itu, pertemuan tersebut diduga dihadiri oleh tujuh Kepala Desa yakni Kepala Desa Pattinoang, Kepala Desa Galesong Baru, Kepala Desa Galesong Kota, Kepala Desa Campagaya, Kepala Desa Kampung Beru, dan Kepala Desa Kalukuang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di akhir tayangan video itu, para kepala desa yang hadir ikut berteriak menyebut nama Daeng Manye sambil mengepalkan tangan.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Intelektual Takalar (GEMPITA), Muhammad Asmin Rahman, mendesak Bawaslu Takalar untuk bersikap tegas.

“Kita ketahui bersama, bahwa secara etik, Kepala Desa harus menjunjung tinggi netralitas dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah atau pemilu. Karena kepala desa adalah pemimpin masyarakat banyak. Kalau kemudian tidak netral dalam tingkah laku, artinya ia tidak dapat mengendalikan keberpihakannya secara etis. Bawaslu harus tegas mengusut ini,” ujar demisioner Ketua DPC Sepmi Takalar itu.

Asmin juga menambahkan, bahwa jelas dalam perundang-undangan tentang larangan perangkat desa. 

Baca Juga:  Humanis, Polisi Bersama Warga Dorong Kontainer Mogok di Jalan Alauddin–AP Pettarani

“Perangkat desa atau bahkan kepala desa harus betul-betul paham aturan. Jelas dalam undang-undang, terutama peraturan daerah Kabupaten Takalar nomor 1 Tahun 2023 Bab VIII Pasal 16 tentang perangkat desa. Disitu dijelaskan, bahwa perangkat desa tidak boleh terlibat politik praktis,” tukas eks Ketua OSIS SMAN 5 Takalar tersebut.

Lebih lanjut, sosok pemuda kelahiran 2004 itu mengatakan, bahwa video yang viral tentang pertemuan kepala desa dengan salah satu calon adalah bentuk keberpihakan.

“Secara substansial, ini adalah indikasi. Bahwa pertemuan itu bisa kita duga sebagai dukungan atau kampanye secara tidak langsung. Sikap yang diambil oleh sejumlah Kades dengan bertemu salah satu calon bupati pertanda bahwa mereka secara tidak langsung mendukung calon itu. Apalagi di akhir video mereka berteriak menyebut-nyebut nama Daeng Manye. Bukankah itu suatu kampanye?,” ungkap mahasiswa kampus orange itu.

Menyikapi hal itu, ia menegaskan, bahwa Bawaslu Takalar tidak boleh diam membisu. 

“Sebagai masyarakat terdidik, kita sangat percaya kepada Bawaslu Takalar sebagai badan pengawas pemilu yang berintegritas. Disinilah kita akan melihat taring Bawaslu Takalar. Apakah dapat mengusut pertemuan itu atau tidak. Karena itu, kami mendesak Bawaslu Takalar untuk tidak diam,” tutupnya, tutup.**

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seminar Kebangsaan PGK di Makassar Perkuat Persatuan dan Semangat Nasionalisme
Nuansa Adat dan Haru Warnai Pisah Sambut Dandim 1409/Gowa di Makodim
Polres Jeneponto Gelar Sunat Massal Modern Premium Gratis Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
Tak Kapok Masuk Penjara, Residivis Kembali Gasak Emas Orang Tua hingga Rp75 Juta
Respon Cepat Aduan Masyarakat, Personel Polsek Rappocini Amankan Pencuri Helm
ohon Cina Tumbang Polsek Batang bersama TNI dan Masyarakat Bersihkan Jalan.
Operasi Gaktibplin di Polsek Bontoala, Propam Tegaskan Personel Jauhi Judi Online dan Narkoba
Wakapolrestabes Makassar Gelar Ngopi Kamtibmas, Warga Borong Sampaikan Beragam Aspirasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:56 WITA

Seminar Kebangsaan PGK di Makassar Perkuat Persatuan dan Semangat Nasionalisme

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:58 WITA

Nuansa Adat dan Haru Warnai Pisah Sambut Dandim 1409/Gowa di Makodim

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:20 WITA

Polres Jeneponto Gelar Sunat Massal Modern Premium Gratis Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:28 WITA

Tak Kapok Masuk Penjara, Residivis Kembali Gasak Emas Orang Tua hingga Rp75 Juta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:18 WITA

Respon Cepat Aduan Masyarakat, Personel Polsek Rappocini Amankan Pencuri Helm

Berita Terbaru