Semangat Persatuan Indonesia Menyala: Masyarakat Lintas Identitas Dukung Tom Lembong dan Charlie Chandra

- Penulis

Minggu, 3 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSA-RAKYAT.COM, JAKARTA — Nilai luhur Pancasila, khususnya sila ketiga: Persatuan Indonesia, kembali mendapatkan pembuktian nyata di tengah masyarakat. Dalam situasi penuh ujian, publik menunjukkan kepatuhan terhadap kebenaran dan kepedulian terhadap keadilan, menolak mentah-mentah isu SARA yang mencoba memecah belah bangsa.

Hal ini tercermin dari antusiasme masyarakat dalam menanti pembebasan Tom Lembong dan Charlie Chandra, dua tersangka kasus dugaan pemalsuan surat tanah seluas 8,7 hektar di Tangerang. Keduanya berasal dari kelompok minoritas baik secara agama maupun ras. Namun, dukungan justru datang dari seluruh penjuru masyarakat—tanpa memandang suku, agama, atau latar sosial.

Tokoh nasional Said Didu mengungkapkan kebanggaannya atas situasi ini. Dalam pernyataannya di podcast Hersubeno Point, ia menyebut bahwa masyarakat hari ini bergerak bukan karena fanatisme kelompok, melainkan karena hati nurani dan kesadaran terhadap nilai keadilan yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang membuat kita terpecah belah adalah ketidakadilan, bukan keberagaman. Tapi hari ini kita melihat sendiri: lintas agama, lintas ras, dan lintas generasi bersatu. Mereka datang bukan karena disuruh, tapi karena nurani,” tegas Said Didu.

Baca Juga:  Desa Kenje Melaksanakan Musyawarah Desa khusus Penetapan Pemutakhiran Data SDGS Desa Tahun Anggaran 2021

Ia juga menyebut bahwa isu SARA yang selama ini digunakan sebagai alat pemecah bangsa, kini justru tidak mendapat tempat. “Isu SARA terbantahkan dengan sendirinya. Masyarakat kini patuh pada kebenaran, bukan pada provokasi,” ujarnya.

Dukungan terhadap Tom Lembong dan Charlie Chandra terus menguat di ruang publik dan media sosial. Masyarakat sipil, tokoh lintas iman, aktivis, dan generasi muda bergandengan tangan menunjukkan bahwa Persatuan Indonesia bukan sekadar semboyan, tapi prinsip hidup bersama yang dihayati dan dijalankan.

Fenomena ini menjadi refleksi penting bahwa semangat Pancasila tetap relevan dan menjadi penopang keutuhan bangsa di tengah era disrupsi dan ketidakpastian. Persatuan Indonesia tidak rapuh oleh perbedaan, justru menguat saat masyarakat bersatu menghadapi ketidakadilan.

(Bang Ali)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD MUNA BARAT MENGUCAPKAN DIRGAHAYU MUNA BARAT KE- 12 TAHUN
Dua Pemuda Diduga Anggota Geng Motor Diamankan Polisi Usai Diamuk Warga di Tinumbu Makassar
Pengembalian Batas Tanah Eks Kodam di Makassar Berlangsung Kondusif, Sempat Diwarnai Aksi Perlawanan Warga
Polsek Mariso Libatkan Orang Tua Cegah Kenakalan Remaja Usai Amankan Tujuh Remaja Roling Bawa Busur Panah
Camat dan Danramil Hadiri Nobar di Polsek Tallo, Sinergi Aparat untuk Keamanan Warga
Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi Warga di Kelurahan Pai dalam Ngopi Kamtibmas
Personel Samapta Polres Jeneponto Sambangi Pedagang Pasar Karisa, Ajak Wujudkan Kamtibmas Kondusif
Kapolda Sulsel Buka Pendidikan Bintara Polri Gelombang II TA 2026, Cetak Generasi Bhayangkara Berintegritas dan Profesional*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:19 WITA

RSUD MUNA BARAT MENGUCAPKAN DIRGAHAYU MUNA BARAT KE- 12 TAHUN

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:12 WITA

Dua Pemuda Diduga Anggota Geng Motor Diamankan Polisi Usai Diamuk Warga di Tinumbu Makassar

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:58 WITA

Pengembalian Batas Tanah Eks Kodam di Makassar Berlangsung Kondusif, Sempat Diwarnai Aksi Perlawanan Warga

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:49 WITA

Polsek Mariso Libatkan Orang Tua Cegah Kenakalan Remaja Usai Amankan Tujuh Remaja Roling Bawa Busur Panah

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:51 WITA

Camat dan Danramil Hadiri Nobar di Polsek Tallo, Sinergi Aparat untuk Keamanan Warga

Berita Terbaru