Soeharto Bukan Pahlawan!! LMND Kendari Tolak Usulan Soeharto Jadi Pahlawan Negara

- Penulis

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket : Jordy Aprianto, Ketua LMND KENDARI

Ket : Jordy Aprianto, Ketua LMND KENDARI

Kendari,Lensa-rakyat.com || Menjelang peringatan Hari Pahlawan Nasional, Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Kota Kendari (EK-LMND KENDARI) menyatakan sikap tegas menolak usulan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) yang berencana memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, 6 November 2025.

Bagi LMND Kota Kendari, usulan ini bukan hanya bentuk kekeliruan sejarah, tetapi juga merupakan penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi yang diperjuangkan oleh rakyat Indonesia. Pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto berarti menghapus jejak kejahatan kemanusiaan, mendistorsi kebenaran sejarah, dan melegitimasi kembali warisan tirani Orde Baru yang selama 32 tahun menindas rakyat.

“Soeharto bukan pahlawan, ia simbol kediktatoran militer, pelanggaran HAM, dan perampasan hak-hak rakyat. Memberinya gelar pahlawan berarti negara sedang berupaya memutihkan dosa politik masa lalu,” tegas Jordi Apriyanto, Ketua LMND Kota Kendari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

LMND Kota Kendari menilai, selama kekuasaannya, Soeharto telah membungkam demokrasi, memenjarakan ribuan aktivis, serta melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat dalam tragedi 1965–1966 dan berbagai peristiwa represi di tahun-tahun berikutnya. Rezimnya menindas kaum buruh, merampas tanah petani, mengekang kebebasan pers, serta menyerahkan kekayaan bangsa ke tangan modal besar dan kroni politik.

“Usulan ini menunjukkan bahwa negara masih dikuasai oleh warisan politik Orde Baru,” lanjut Jordi.
“Alih-alih memberikan keadilan bagi korban pelanggaran HAM, negara justru memilih mengabadikan simbol penindasan sebagai pahlawan bangsa. Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita Reformasi.”

Baca Juga:  Sinergi Polri dan Pemerintah, Kapolsek Bontoala Pantau Program Gizi Anak di Sekolah Dasar

LMND Kota Kendari menegaskan bahwa kepahlawanan sejati tidak lahir dari kekuasaan, melainkan dari perlawanan terhadap penindasan. Karena itu, Soeharto tidak pantas disebut pahlawan. Kepahlawanan sejati adalah milik rakyat kecil, buruh, petani, mahasiswa, dan kaum miskin kota, yang berjuang menegakkan keadilan sosial, melawan eksploitasi, dan menolak kekerasan negara.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap manipulasi sejarah ini, LMND Kendari menyerukan kepada seluruh kekuatan progresif, mahasiswa, organisasi rakyat, dan gerakan sosial di seluruh Indonesia untuk menggelar aksi penolakan dan konsolidasi nasional.
Tujuannya adalah memperkuat solidaritas rakyat dalam melawan segala bentuk glorifikasi terhadap tirani serta memperjuangkan pengakuan atas kebenaran sejarah dan keadilan bagi korban.

“Kami menyerukan kepada seluruh rakyat untuk tidak diam. Jangan biarkan sejarah ditulis oleh para penindas. Tugas generasi hari ini adalah melawan upaya pemutihan sejarah dan menegakkan kebenaran,” pungkas Jordi Apriyanto.
“Kepahlawanan sejati adalah keberanian untuk melawan penindasan, bukan menjadi alat penindas itu sendiri.”

Dengan demikian, LMND Kendari secara tegas menolak usulan Kemensos RI untuk menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional, serta mendesak negara untuk:

  1. Membatalkan usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.
  2. Mengakui dan mengadili pelanggaran HAM masa Orde Baru.
  3. Menghentikan segala bentuk glorifikasi terhadap rezim yang menindas rakyat.

“Tidak ada kepahlawanan dalam tangan yang berlumur darah rakyat.”
“Soeharto bukan pahlawan, ia penjahat kemanusiaan yang harus diadili oleh sejarah.”

Penulis : Ode Sar

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Safari Magrib Kapolres Jeneponto Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Jadikan Masjid Tempat Persatuan
Patroli Lalu Lintas di Jalur Padat Jeneponto, Kasat Lantas: Fokus pada Knalpot Brong dan Parkir Liar
Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Kapolrestabes Makassar Tampung Aspirasi Warga Rappokalling
Ditreskrimum Polda Sulsel Ungkap Sindikat Curat dan Penadahan, Dua Tersangka Diamankan
LDII Sulsel Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Seminar Nasional UMKM . 
KTH Sangia Lestari Menggelar Aksi Penanaman 2.000 Bibit Pohon di Puncak Wakila
Sat Narkoba Polres Maros Ungkap Peredaran Narkotika Lintas Provinsi, Dua Bandar Ditangkap Bersama Ratusan Gram Shabu Siap Edar Disita
Wakapolrestabes Makassar Gelar Ngopi Kamtibmas Bersama Tripika dan Warga Kelurahan Masale
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:30 WITA

Safari Magrib Kapolres Jeneponto Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Jadikan Masjid Tempat Persatuan

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:09 WITA

Patroli Lalu Lintas di Jalur Padat Jeneponto, Kasat Lantas: Fokus pada Knalpot Brong dan Parkir Liar

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:18 WITA

Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Kapolrestabes Makassar Tampung Aspirasi Warga Rappokalling

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:05 WITA

Ditreskrimum Polda Sulsel Ungkap Sindikat Curat dan Penadahan, Dua Tersangka Diamankan

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:15 WITA

LDII Sulsel Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Seminar Nasional UMKM . 

Berita Terbaru