H. Haruna Meminta Pemerintah Membuat Regulasi Khusus Produksi Masker, Oksigen, dan Test Swab-PCR

- Penulis

Senin, 13 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSA-RAKYAT.COM – Haruna, M.A, MBA. dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komsi IX DPR RI yang diikuti serta dihadiri oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Satgas Penanggulangan Covid-19 di Senayan Senin (13/92021)

mememinta kepada Pemerintah agar dibuatkan regulasi khusus terhadap produksi dan penjualan masker dan oksigen kepada masyarakat.

H. Haruna meminta untuk membuat regulasi tentang pembebasan pajak untuk penjualan masker, sebab sehebat apapun aturan apabila harga masker di masyarakat tidak terjangkau oleh masyarakat miskin, akan menjadi hambatan untuk pengendalian penularan covid-19.

Politisi Fraksi PKB komisi IX DPR RI itu kemudian meminta distribusi oksigen di beberapa daerah banyak mengalami keterlambatan dalam produksinya pada saat gelombang ke-2 covid-19 di Indonesia, H. Haruna meminta kepada pemerintah supaya dibuatkan regulasi khusus untuk produsen oksigen untuk dibebaskan pajak terutama di daerah yang memiliki tingkat kasus covid-19 tinggi, supaya masyarakat yang sedang mengalami perawatan baik perawatan di rumah sakit maupun yang melakukan isolasi mandiri di rumah yang jelas sangat membutuhkan oksigen bisa terbeli dengan harga terjangkau, apalagi banyak kasus di daerah yang terpapar virus covid-19 ini masyarakat kurang mampu, ini menjadi problem besar untuk kita, bagaimana kita selaku wakil dari rakyat Indonesia dan Pemerintah harus hadir dalam membantu dan memperhatikan seluruh rakyat Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT


Selain itu, H. Haruna juga menanggapi tentang wacana dari Menteri Kesehatan untuk membuat 20 ribu generator oksigen juga diperuntukkan untuk swasta. Menurutnya pihak rumah sakit swasta juga ikut berkontribusi penuh membantu dalam pengendalian kasus covid-19 di Indonesia, padahal 70% rumah sakit di daerah yang membantu merawat pasien covid-19 juga sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah, karena menurut H.Haruna saat ini kita harus bekerja sama dalam bidang pelayanan kesehatan khususnya dalam penanganan dan pengendalian kasus covid. Bantuan APBN maupun APBD dinilia kurang efektif apabila hanya diarahkan kepada rumah sakit ber-plat merah, justru rumah sakit swasta kurang mendapatkan bantuan malah  terkesan “dipersulit” oleh pemerintah, apabila dalam kondisi darurat seperti saat ini.

Baca Juga:  Masalah Papua jadi Tantangan Berat Panglima TNI Baru

Dalam rapat yang dihadiri oleh Kementerian Kesehatan, Satgas Penanggulangan Covid-19, dan Kementerian Keuangan (13/09). H. Haruna juga menyampaikan kepada Kementerian Kesehatan agar waktu dalam test PCR dipercepat yang tadinya 6 jam, dipercepat menjadi 3 jam saja, hal ini dimaksudkan agar tracing dalam penyebaran virus covid-19 ini menjadi lebih cepat dan efektif, karena berkat metode tracing ini, Kementerian Kesehatan maupun Satgas Penanggulangan Covid bisa bekerja lebih optimal berdasarkan data yang ada, selain itu juga dibuatkan pos lebih banyak untuk fasilitas Rapid Antigen maupun Swab-PCR dan harganya pun lebih ditekan, karena masyarakat dinilai lebih takut untuk melakukan Swab daripada virusnya karena harga test Swab mahal, sudah sakit, kehilangan pekerjaan, harus bayar swab mahal, begitu menurutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Jeneponto Gelar Safari Subuh, Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat
HUT Muna Barat Ke-12, Gubernur Sultra : La Ode Darwin yakin Mampu Membawa Kesejahteraan bagi Masyarakat
Biddokkes Polda Sulsel Berhasil Identifikasi Dua Korban Laka Laut KM. Nurul Salsa
Manfaatkan Kunci Masih Tertinggal, Buruh Harian Curi Motor Ditangkap Polisi
Tim Opsnal Polsek Tamalate Berhasil Bekuk Pelaku Curas Motor
Temui Warga Barana, Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi dan Perkuat Kolaborasi Kamtibmas Lewat Ngopi Kamtibmas
Kue Berbuntut Dugaan Penganiyaan, Ketua DPRD Bone Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penganiayaan terhadap Staf Sekretariat
Antisipasi Geng Motor dan Narkoba, Bhabinkamtibmas Arungkeke Gencarkan Imbauan ke Sekolah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:21 WITA

Kapolres Jeneponto Gelar Safari Subuh, Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:34 WITA

HUT Muna Barat Ke-12, Gubernur Sultra : La Ode Darwin yakin Mampu Membawa Kesejahteraan bagi Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:26 WITA

Biddokkes Polda Sulsel Berhasil Identifikasi Dua Korban Laka Laut KM. Nurul Salsa

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:07 WITA

Manfaatkan Kunci Masih Tertinggal, Buruh Harian Curi Motor Ditangkap Polisi

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:43 WITA

Tim Opsnal Polsek Tamalate Berhasil Bekuk Pelaku Curas Motor

Berita Terbaru