PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2026

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSA RAKYAT.COM, Makassar, 1 Mei 2026 – Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026, Direktur Law Analysis M. Ishadul Islami Akbar, S.H. mengusung tema “Pendidikan Berkeadilan: Fondasi Negara Hukum yang Berperadaban”. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan kurikulum, tetapi fondasi keadilan sosial dan syarat berjalannya negara hukum.

Ishadul mengingatkan bahwa 2 Mei dipilih sebagai Hardiknas karena kelahiran Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional. Bagi Ki Hadjar, pendidikan adalah “tuntunan” bukan “tontonan”. Sekolah bukan pabrik ijazah, melainkan kawah candradimuka untuk memerdekakan manusia.

“Sejarah mencatat, pendidikan selalu jadi alat perlawanan terhadap kebodohan dan penjajahan. Hari ini, musuhnya berganti: ketimpangan akses, komersialisasi, dan abainya negara. Semangatnya harus sama pendidikan untuk memerdekakan,” tegas Ishadul.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara normatif, hak atas pendidikan dijamin tegas dalam Pasal 31 UUD 1945 dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Negara wajib mengusahakan sistem pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pendidikan berkeadilan berarti negara tidak boleh absen. Akses dan mutu harus dijamin sama, dari kota hingga 3T. Itu amanat konstitusi, bukan belas kasihan,” tegas Ishadul.

Ishadul menegaskan posisi guru melampaui peran teknis mengajar. “Guru adalah panutan. Mereka pembentuk karakter, penjaga moral publik, dan ujung tombak negara hukum di ruang kelas. Kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi guru adalah prasyarat mutlak pendidikan berkeadilan,” ujarnya. Tanpa guru yang dimuliakan, hukum hanya jadi teks mati.

Ishadul menyoroti jurang antara _law in books_ dan _law in action_. Regulasi sudah progresif, tapi realitas lapangan masih timpang: guru menumpuk di kota, sarana minim di daerah.

“Hukum harus jadi alat rekayasa sosial. Pendidikan berkeadilan menuntut keberpihakan anggaran, distribusi guru yang adil, dan perlindungan hukum bagi siswa dari praktik pendidikan yang diskriminatif,” ujarnya.

“Negara punya kewajiban memenuhi, masyarakat punya hak berpartisipasi dan mengawasi. Keduanya norma hukum yang mengikat,” tambah Ishadul.

“Hardiknas adalah momentum meneguhkan kembali janji kemerdekaan: mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu Law Analysis mendorong agar negara memastikan pemenuhan hak konstitusional setiap warga atas pendidikan bermutu, mempercepat Wajib Belajar 13 Tahun, dan memperkuat kedudukan guru sebagai panutan dalam membangun peradaban hukum. Pendidikan berkeadilan bukan pilihan kebijakan, melainkan kewajiban konstitusional yang tidak boleh ditawar,” tutup M. Ishadul Islami Akbar, S.H.

(Red/Hsb)

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perpustakaan Ramah Anak di SD Inpres Ujung Pandang Baru 1 Diresmikan, Dorong Budaya Baca dari Rumah ke Sekolah
Rakerwil LLDIKTI Wilayah IX Bahas Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Daya Saing Global
Pohon Besar Tumbang di SD Daya 1 Diterjang Angin Kencang, Orang Tua Siswa Sebelumnya Sudah Peringatkan Pihak Sekolah
Orang Tua Siswa Keluhkan Pekarangan SD Negeri Daya 1 Dipenuhi Sampah
Benchmarking Prodi Sosiologi Universitas Sawerigading ke Universitas Halu Oleo Perkuat Sinergi Akademik dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah di Kawasan Timur Indonesia
Inovasi SELEBES 2025: SMPN 5 Makassar Wujudkan Sekolah Sehat Bebas Sampah
SMPN 5 Makassar Peringati Hari Literasi Internasional dan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H
25 Siswa SMPN 5 Makassar Ikuti Gerakan Membaca Serentak (Geretak) 2025
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 03:14 WIB

PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2026

Kamis, 30 April 2026 - 04:43 WIB

Perpustakaan Ramah Anak di SD Inpres Ujung Pandang Baru 1 Diresmikan, Dorong Budaya Baca dari Rumah ke Sekolah

Kamis, 9 April 2026 - 11:21 WIB

Rakerwil LLDIKTI Wilayah IX Bahas Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Daya Saing Global

Senin, 12 Januari 2026 - 01:28 WIB

Pohon Besar Tumbang di SD Daya 1 Diterjang Angin Kencang, Orang Tua Siswa Sebelumnya Sudah Peringatkan Pihak Sekolah

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:41 WIB

Orang Tua Siswa Keluhkan Pekarangan SD Negeri Daya 1 Dipenuhi Sampah

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights