/* SC_TH_END:4.5.3:170d8d8b */ /* SC_TH_END:4.5.3:170d8d8b */ /* SC_TH_END:4.5.3:170d8d8b */ /* SC_TH_END:4.5.3:170d8d8b */ /* SC_TH_END:4.5.3:170d8d8b */ Presma UHO Kecam Dugaan Tindakan Arogan Kapolres Bombana Terhadap Massa Aksi Mata Oleo, Tuntut Pencopotan Jabatan - Lensa-Rakyat.Com

Presma UHO Kecam Dugaan Tindakan Arogan Kapolres Bombana Terhadap Massa Aksi Mata Oleo, Tuntut Pencopotan Jabatan

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDARI, lensa-rakyat.com ||  Aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa menuntut perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Mata Oleo, Kabupaten Bombana, diduga mendapat perlakuan represif dan intimidasi dari aparat kepolisian setempat. Menanggapi insiden tersebut, Presiden Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) mengecam keras tindakan yang dinilai mencederai nilai-nilai demokrasi dan hak konstitusional warga negara (4 JUNI 2026).

Berdasarkan bukti rekaman video dan kesaksian massa aksi di lapangan, oknum apara termasuk Kapolres Bombana diduga mempertontonkan tindakan arogan berupa bentakan, dorongan, hingga upaya memukul mundur paksa massa aksi yang hendak menyuarakan aspirasinya.

Presiden Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) menyatakan bahwa kehadiran aparat kepolisian yang seharusnya berfungsi sebagai pengayom dan pengaman jalannya sampaikan pendapat, justru berubah menjadi panggung intimidasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengecam keras aksi arogan yang dipertontonkan oleh Kapolres Bombana kepada massa aksi. Yang semestinya menjadi pengamanan, berubah menjadi panggung intimidasi. Seorang pemimpin kepolisian memilih memukul mundur suara rakyat dengan tindakan yang tidak hanya tercela secara etika, tetapi juga berbahaya bagi iklim demokrasi kita,” tegas Presiden Mahasiswa UHO dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Ia menambahkan, kehadiran para mahasiswa dan masyarakat di jalan murni didorong oleh keresahan sosial akibat buruknya infrastruktur jalan di wilayah Mata Oleo yang sudah berlangsung lama, bukan untuk memicu keonaran. Namun, ruang dialog yang diharapkan justru dibalas dengan tindakan represif.

Baca Juga:  Imbau Kebijakan PTM 100 Persen Dievaluasi, Puan: Lengkapi Vaksinasi Terlebih Dahulu

“Mahasiswa yang turun ke jalan tersebut bukan untuk membuat onar, tetapi untuk menyampaikan harapan dan keresahan yang sudah terlalu lama dipendam. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan harapan itu dibalas dengan bentakan, dorongan, dan tindakan yang lebih mirip penindasan daripada pengayoman. Apa yang seharusnya jadi ruang dialog, berubah menjadi panggung kekerasan,” lanjutnya.

Pihak lembaga kemahasiswaan UHO menilai tindakan represif ini telah melukai rasa keadilan publik dan menurunkan wibawa institusi kepolisian di mata masyarakat. Sebagai bentuk respons atas insiden ini, Presma UHO mengeluarkan tuntutan tegas kepada Kapolda Sulawesi Tenggara dan Kapolri untuk segera mengevaluasi kepemimpinan di Polres Bombana.

“Kami menolak diam ketika melihat wibawa negara dilecehkan oleh tangan aparatnya sendiri. Ini bukan pengamanan, melainkan penghinaan terbuka terhadap hak konstitusional warga negara untuk bersuara. Untuk itu, pernyataan kami tegas dan tanpa kompromi: copot segera Kapolres Bombana dari jabatannya, sebelum tindakan satu orang arogan ini mengubur wibawa seluruh institusi yang seharusnya melindungi kami,” pungkas Presma UHO.

Hingga rilis ini diterbitkan, pihak mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus ini dan menuntut adanya investigasi internal serta transparansi atas tindakan represif yang menimpa massa aksi di Kabupaten Bombana.

Penulis : RoY

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi 10 Hari, Satlantas Polrestabes Makassar Amankan 353 Motor Knalpot Brong
Safari Subuh, Kapolrestabes Makassar Ajak Orang Tua Cegah Anak Terjerumus Geng Motor
322 Personel Diterjunkan, Polri Perkuat Edukasi dan Kehadiran Negara Cegah Karhutla
Polsek Manggala Bubarkan Pesta Miras 8 Pemuda di Pekuburan
Polsek Rappocini Gelar Operasi Cipta Kondisi, Sejumlah Sepeda Motor Berknalpot Brong Diamankan
Silaturahmi Kapolsek Manggala di Sekretariat Bankompol Merpati, Perkuat Sinergi Kamtibmas
Polsek Mamajang Amankan Empat Pemuda Bawa Busur, Diduga Hendak Hadang Pemotor
Kapolri Instruksikan Jajaran Siaga Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:51 WITA

Operasi 10 Hari, Satlantas Polrestabes Makassar Amankan 353 Motor Knalpot Brong

Senin, 7 September 2026 - 09:34 WITA

Safari Subuh, Kapolrestabes Makassar Ajak Orang Tua Cegah Anak Terjerumus Geng Motor

Senin, 7 September 2026 - 09:26 WITA

322 Personel Diterjunkan, Polri Perkuat Edukasi dan Kehadiran Negara Cegah Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 03:49 WITA

Polsek Manggala Bubarkan Pesta Miras 8 Pemuda di Pekuburan

Senin, 7 September 2026 - 03:24 WITA

Polsek Rappocini Gelar Operasi Cipta Kondisi, Sejumlah Sepeda Motor Berknalpot Brong Diamankan

Berita Terbaru