Gara-Gara ini, Aktivis PMII UIN Alauddin Geruduk Gedung Rektorat

- Penulis

Sabtu, 16 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSA-RAKYAT.COM,GOWA | Puluhan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Cabang Gowa geruduk gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar. Jumat (15/10/2021)

Dalam aksi itu, PMII UINAM Cabang Gowa menuntut kepada para Stakeholder di kampus peradaban untuk mengevaluasi kinerja dosen, memberlakukan kuliah offline secara general, stop komersialisasi pendidikan, stop diskriminasi mahasiswa serta segera melakukan peninjauan ulang penetapan kategorisasi Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Asfar selaku jenderal lapangan (Jendlap) mengatakan bahwa PMII UINAM Cabang Gowa melakukan aksi unjuk rasa (unras) di depan gedung Rektorat semata-mata untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa yang selama ini di diskriminasi oleh pihak birokrasi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami (PMII UINAM Cab. Gowa) melakukan Unras di depan gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar dengan mengangkat grand issue yaitu kampus UINAM wajah Kapitalis, karena kampus hari ini menjadikan mahasiswa sebagai instrumen keuntungannya”. Ujarnya

Ia juga menuturkan bahwa sebagian oknum-oknum dosen yang tidak bertanggung jawab mewajibkan serta mengharuskan para mahasiswa kampus peradaban untuk membeli buku yang disedorkan dan apabila tidak membeli buku itu, maka mahasiswa  akan terkena imbas di nilai mata kuliah dari dosen tersebut.

Selain itu, Asfar menyampaikan bahwa banyak mahasiswa di tingkat akhir atau mahasiswa yang sementara proses penyelesaian mendapatkan diskriminasi dari dosen yang menjadi pembimbing mereka.

Baca Juga:  Kapolri Siapkan Skenario Pengamanan Hingga Genjot Vaksin Booster di Bali untuk Sukseskan GPDRR

“Selain dari pada itu, tuntutan yang kami bawa ialah banyaknya mahasiswa tingkat akhir atau semantara penyelesaian itu di diskriminasi, contohnya ialah lambatnya respon dari pada dosen yang bersangkutan, bahkan memakan waktu hingga 1 bulan lebih lamanya, sedangkan salah satu mahasiswa lainnya itu hanya mendapatkan respon 1 sampai 2 hari saja, inilah salah satu bentuk pendiskriminasian terhadap mahasiswa”. Tuturnya

Kata Asfar, selain dari pada tuntutan di atas, kategorisasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) juga menjadi hal penting yang diperjuangkan para kader PMII UINAM Cabang gowa, karena dalam penetapan UKT/BKT banyak tidak sesuai dengan pendapatan orang tua para mahasiswa

“Hal paling penting yang mendorong hati nurani para sahabat-sahabat (sebutan akrab di PMII) ialah persoalan penetapan kategorisasi UKT/BKT, kami menganggap penetapan UKT/BKT itu cacat prosedur dan tidak tepat sasaran, kenapa kami katakan demikian karena syarat untuk mendapatkan kategori (UKT) satu, itu adalah anak yatim piatu, tetapi fakta dilapangan itu banyak yang bukan anak yatim piatu itu kemudian mendapatkan UKT satu, bahkan ada yang yatim piatu itu mendapatkan UKT 4”. Ungkap Asfar

Hal itu, yang membuat para aktivis PMII UINAM Cabang Gowa untuk melakukan unjuk rasa di depan gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar.

Laporan : Tika Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Tabrak Trotoar, Personel Polsek Tamalate Sigap Urai Kemacetan di Jalan Metro Tanjung Bunga
Binmas Polsek Bontoala Edukasi Pelajar tentang Kenakalan Remaja di SMPN
Provos Polsek Biringkanaya Periksa Handphone Personel, Cegah Judi Online
Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Tallo Intensifkan Patroli Malam hingga Lorong Permukiman
Kapolda Sulsel Hadiri Penanaman Serentak Bawang Putih dan Ground Breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri, Dukung Percepatan Swasembada Nasional
Cegah Pelanggaran, Sipropam Polrestabes Makassar Sidak HP Personel Terkait Judol dan Pinjol
Kapolda Sulsel Hadiri Pelepasan Bantuan Kemanusiaan Forkopimda Sulsel untuk Korban Gempa NTT
Pererat Sinergi Perbankan Daerah, Direktur Bank Sulawesi Danajaya Hadiri HUT ke-10 KC Bank Banten Makassar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:30 WITA

Mobil Tabrak Trotoar, Personel Polsek Tamalate Sigap Urai Kemacetan di Jalan Metro Tanjung Bunga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:08 WITA

Binmas Polsek Bontoala Edukasi Pelajar tentang Kenakalan Remaja di SMPN

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:57 WITA

Provos Polsek Biringkanaya Periksa Handphone Personel, Cegah Judi Online

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:29 WITA

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Tallo Intensifkan Patroli Malam hingga Lorong Permukiman

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:04 WITA

Kapolda Sulsel Hadiri Penanaman Serentak Bawang Putih dan Ground Breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri, Dukung Percepatan Swasembada Nasional

Berita Terbaru