Hutan Jompi Memprihatinkan, KTH Sangia Lestari Canangkan Aksi Penghijauan

- Penulis

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket : Harudin Hayat, Ketua KTH Sangia Lestari

Ket : Harudin Hayat, Ketua KTH Sangia Lestari

MUNA, Lensa-rakyat.com

DIBAWAH BAYANG-BAYANG KRISIS HUTAN LINDUNG JOMPI

Kawasan Hutan Jompi di Muna, Sulawesi Tenggara merupakan Kawasan HL yang memiliki luas ±1.927 ha atau 4,2% dari luas Kawasan HL. Saat ini dalam kondisi kritis dengan sekitar 56,1% kawasan hutan lindung mengalami kerusakan, terutama pada ekosistem hutan jati. Kerusakan ini menyebabkan penurunan drastis debit mata air Jompi dari 300 liter/detik (1980-an) menjadi 120 liter/detik (2017), disertai sedimentasi akibat banjir kiriman. Kondisi ini jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan di tahun 2045 sumber air dari mata air Jompi akan hilang, bahkan akan terjadi kerusakan ekosistern serta ancaman hilangnya sumber kehidupan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu Peningkatan Status Kawasan Hutan Lindung (HL) yang sebelumnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi menjadi Kawasan Hutan Konservasi (HK) dalam skema Taman Wisata Alam (TWA) menjadi kewenangan Pemerintah Pusat oleh Anggota Dewan Komisi IV (Jailani,M,Si) dipandang baik dan solutif oleh banyak pihak terutama oleh salah satu pegiat lingkungan (Hasrudin Hayat, S.Hut).

Baca Juga:  Polri Sebar 458 Ton Beras dan 15.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Banten Terdampak PPKM Darurat

Ketua KTH Sangia Lestari  memandang bahwa perlu aksi nyata dalam menangani Krisis air di Hutan Lindung Jompi dengan penanaman pohon/penghijauan berbasis Masyarakat.

“Tidak ada alasan lagi Generasi Muda saat ini untuk tidak peduli lingkungan dan oleh sebab itu kami sebagai genarasi muda yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) mencanangkan untuk melakukan kegiatan penanaman 2.000 pohon di wilayah sekitar Hutan Jompi”

Aksi ini akan rencananya akan melibatkan multipihak dan stakeholder di Tingkat daerah, provinsi dan bahkan pusat. Selain itu, keterlibatan Masyarakat sekitar hutan menjadi penting untuk memberikan edukasi, pemahaman bahkan memberi nilai ekonomi berkelanjutan dari hasil Jasa Lingkungan Hutan Jompi.

Roy

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Jeneponto Safari Subuh di Masjid Babussalam, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama
Kerabat Dekat Anggota DPRD Muna Barat Muncul dalam Dugaan Praktik Penampungan Pasir Ilegal
Cara Polisi di Arungkeke Jeneponto Jaga Kampung Kondusif : Sasar Ibu-ibu, Titip Pesan Damai
Polsek Biringkanaya Bergerak Cepat Tindaklanjuti Temuan Bayi di Perumahan Griya Tonasa
Kurang dari 24 Jam, Resmob Polsek Manggala Ringkus Pelaku Percobaan Pencurian dengan Kekerasan dan Pelecehan
Hadiri LDK Fakultas Hukum UMI, Kapolrestabes Makassar Bagikan Pengalaman tentang Legal Leadership
Ditres PPA dan PPO Polda Sulsel Amankan Pelaku Tindak Pidana Kesusilaan terhadap Anak di Makassar
Polsek Tallo Selesaikan Perselisihan Warga Buloa Lewat Mediasi Kekeluargaan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:50 WITA

Kapolres Jeneponto Safari Subuh di Masjid Babussalam, Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Bersama

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:05 WITA

Kerabat Dekat Anggota DPRD Muna Barat Muncul dalam Dugaan Praktik Penampungan Pasir Ilegal

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:55 WITA

Cara Polisi di Arungkeke Jeneponto Jaga Kampung Kondusif : Sasar Ibu-ibu, Titip Pesan Damai

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:31 WITA

Polsek Biringkanaya Bergerak Cepat Tindaklanjuti Temuan Bayi di Perumahan Griya Tonasa

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:11 WITA

Hadiri LDK Fakultas Hukum UMI, Kapolrestabes Makassar Bagikan Pengalaman tentang Legal Leadership

Berita Terbaru