Mahasiswi IAIN Bone Imbau Anak Muda Tak Mudah Terpengaruh Ocehan Netizen

- Penulis

Senin, 5 April 2021 - 17:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, Lensa-Rakyat.com – Anak muda zaman sekarang banyak yang mudah terpengaruh dari perkataan orang lain, padahal hal itu tidak mesti diikuti. Pendapat itu disampaikan oleh Jumriani Mahasiswi IAIN Bone.

Ia menekankan kepada generasi milenial dalam menghadapi era digital 4.0 agar tetap menjadi diri sendiri dan selalu mengikuti suara hati, daripada mendengar komentar orang lain atau warganet.

“Jadi, tips untuk anak muda, khususnya di era digital 4.0 ini, pertama kalian harus mengenal diri sendiri, karena zaman sekarang ada banyak peluang dan kesempatan. Kalian enggak tahu apa yang disuka dan apa yang bisa dilakukan,” kata Jumriani, Calon Sarjana Hukum IAIN Bone.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Zaman sekarang mudah banget terpengaruh sama perkataan orang lain. Mereka akan lebih mendengarkan komentar netizen daripada suara hati sendiri. Padahal kita harus lebih memikirkan tentang diri kita, apa yang kita mau, apa yang kalian bisa, dan jangan peduli apa kata orang lain, lalukan apa yang terbaik untuk kalian dan wujudkan mimpi itu,” pintanya.

Baca Juga:  Kasat Lantas Polres Bone AKP Mustari Beri Reward ke Anggota Berprestasi

Selain itu, Jumriani memberikan beberapa motivasi yang bisa membangkitkan semangat generasi muda.

“Untuk memaksimalkan waktu yang kita punya, maka ada dua hal penting yang harus kita lakukan. Yang pertama adalah partisipasi dan yang kedua energi,” katanya.

Menurut Jumriani seorang mahasiswi IAIN, partisipasi penting karena ia percaya berapa banyak yang didapatkan tergantung berapa banyak yang kita dapat berikan dan energi itu penting karena dia percaya antara energi dan rezeki itu sangat dekat.

“Energi itu sangat dekat dengan rezeki maka dari itu jika energi kita besar maka rezeki kita juga besar,” ucapnya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Law Analysis: Hukum Progresif Jadi Kunci Pulihkan Kepercayaan Publik pada Hukum
Refleksi Hardiknas: Akses Pendidikan Berkeadilan Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Negara
1 Dekade GMNI Kendari, Jalan Panjang Perjuangan dan Pengabdian
Muna dan Batas Ekologisnya Sawit Bukan Pilihan Rasional
Hukum Anak yang Berhenti di Atas Kertas
Ketika Hakim Mengabaikan Alat Bukti Menguji Batas Independensi dan Akuntabilitas Peradilan
Mengusir Wartawan dari Acara Negara: Pelanggaran Hukum dan Ancaman Demokrasi Lokal
Sejarah Terukir, Perempuan Lahir di Gelanggang Politik dan Podium Kampus
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 06:56 WITA

Law Analysis: Hukum Progresif Jadi Kunci Pulihkan Kepercayaan Publik pada Hukum

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:30 WITA

Refleksi Hardiknas: Akses Pendidikan Berkeadilan Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Negara

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:24 WITA

1 Dekade GMNI Kendari, Jalan Panjang Perjuangan dan Pengabdian

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:35 WITA

Muna dan Batas Ekologisnya Sawit Bukan Pilihan Rasional

Senin, 26 Januari 2026 - 06:24 WITA

Hukum Anak yang Berhenti di Atas Kertas

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights