Mengenal Budaya Kearifan Lokal, SD 2 Majene Kunjungan Belajar di Museum

- Penulis

Jumat, 7 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSA-RAKYAT.COM, MAJENE | Untuk menambah pengetahuan siswa khususnya dalam budaya dan kearifan lokal suku Mandar agar siswa dapat mengetahui sejarah penting. Olehnya itu pihak Sekolah Dasar (SD) 2 Majene ajak siswanya mengunjungi Museum Mandar yang terletak di Kelurahan Pangali Ali, Kecamatan Banggae.

Mereka siswa yang berkunjung ini dipandu langsung pihak Museum sembari menceritakan budaya kearifan lokal suku Mandar Mejene yang merupakan sebuah sejarah yang harus diketahui siswa sebagai pelajaran dalam kunjungan belajar SD 2 ini.

Pemandu Museum Mandar Majene, Sutiawan mengatakan, kunjungan siswa di museum Mandar Majene tentunya mereka diperkenalkan budaya kearifan lokal Mandar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nah dalam kunjungan mereka pelajar SD 2 dan pelajar lainnya ke museum Mandar Majene. Kami selaku pemandu rombongan, memperkenalkan siswa tentang budaya dan kearifan lokal Mandar. Dengan diperkenalkan budaya mereka tentunya dengan di usia dini mereka cepat menyadap sehingga setelah mereka tahu tentunya sudah mengenal budaya kearifan lokal Mandar Majene. Nah kunjungan belajar seperti ini patut diapresiasi sebab jangan sampai pelajar kita lebih mengenal budaya asing daripada budaya sendiri, seiring dengan perkembangan zaman,” kata Sutiawan belum lama ini.

Baca Juga:  SD INPRES LABASANG KEC.MATAKALi BUTUH BANTUAN PAGAR

Perlu diketahui kata Suriawan bahwa Museum Mandar Majene sebelumnya adalah Rumah Sakit Zaman Belanda.

“Jadi Museum ini bekas Rumah Sakit pada zaman Belanda dan ini Museum satu satunya di Mandar Majene Sulawesi Barat yang didirikan pada 2 Agustus 1984. Hal inilah histori merupakan bukti sejarah di Kabupaten Majene Sulawesi Barat sebagai kota tua pada pemerintah Afdeling Mandar di zaman pemerintahan Hindia Belanda. Kami berharap agar siswa yang berkunjung tidak akan melupakan sejarah budaya kearifan suku Mandar Majene,” tandasnya.

(Serman)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Orang Tua Peserta SPMB Makassar Minta Verifikasi Domisili Demi Menjaga Keadilan Seleksi
Makassar Lantik 369 Kepala Sekolah Setelah Penantian Satu Dekade, Wali Kota Soroti Integritas SPMB 2026
Sampah Organik di SDI Maccini Sombala Diolah Menjadi Pupuk Kompos Bernilai Ekonomi
SMP Negeri 22 Makassar Gelar Kegiatan Seni Karya, Tampilkan Kreativitas dan Kuliner Nusantara
SMP Negeri 22 Makassar Gelar Kegiatan Seni Karya Bertema “Aku Cinta Indonesia”
PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2026
Perpustakaan Ramah Anak di SD Inpres Ujung Pandang Baru 1 Diresmikan, Dorong Budaya Baca dari Rumah ke Sekolah
Rakerwil LLDIKTI Wilayah IX Bahas Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Daya Saing Global
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:35 WITA

Orang Tua Peserta SPMB Makassar Minta Verifikasi Domisili Demi Menjaga Keadilan Seleksi

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:34 WITA

Makassar Lantik 369 Kepala Sekolah Setelah Penantian Satu Dekade, Wali Kota Soroti Integritas SPMB 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:45 WITA

Sampah Organik di SDI Maccini Sombala Diolah Menjadi Pupuk Kompos Bernilai Ekonomi

Senin, 25 Mei 2026 - 15:21 WITA

SMP Negeri 22 Makassar Gelar Kegiatan Seni Karya, Tampilkan Kreativitas dan Kuliner Nusantara

Senin, 25 Mei 2026 - 04:40 WITA

SMP Negeri 22 Makassar Gelar Kegiatan Seni Karya Bertema “Aku Cinta Indonesia”

Berita Terbaru