Menyambut Bulan Suci Ramadhan, Aktor Sutradara dan Produser FEBRYAN ADHITYA, SE, M.Sn Bertekad Untuk Menselaraskan Antara Dunia dan Akhirat

- Penulis

Sabtu, 3 April 2021 - 16:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, Lensa-Rakyat.com – Bulan suci Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, tentunya memberikan arti tersendiri untuk setiap individu yang menjalankan ibadah tersebut. Tidak sedikit orang yang sangat menantikan bulan Ramadan sebagai momen untuk memperbaiki diri jadi lebih baik, tak terkecuali Seorang Aktor, Sutradara, Produser Film dan musik juga seorang Artis dangdut sekalis Pencipta Lagu yang saat ini Menjabat sebagai Ketua Umum PADMI ( Persatuan Artis Dangdut dan Musis Indonesia ), Ketua Umum PASFI ( Persatuan Artis Sinetron dan Film Inndonesia ), Juga Ketua Umum KFI ( Kreator Film Indonesia ), FEBRYAN ADHITYA Yang Akrab disapa Bang Ryan, Putra Bugis Bone kelahiran Lonrong kecamatan Ponre kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Ia mengungkap makna Ramadan bagi dirinya kepada Lensa-Rakyat.com

Ramadan adalah bulan pengampunan yang selalu ditunggu tunggu oleh kaum Muslimin, lanjut FEBRYAN ADHITYA, Tahun ini, bulan Ramadhan sebentar lagi, Sambil melaksanakan tugas dan tanggung jawab saya sebagai Ketua Umum PADMI Ketua Umum PASFI dan Ketua Umum KFI, saya juga akan fokus untuk menyiapkan diri lahir dan batin untuk menyambut bulan penuh rahmat ini yaitu Bulan Suci Ramadhan.

“Mulai saat ini menyambut bulan suci ramadhan, meski bukan amalan wajib, amalan yang bisa aku lakukan sebelum bulan Ramadhan tiba, yang bisa membuatku lebih dek .at pada Allah SWT. yaitu mempersiapkan diri untuk menjalani bulan suci Ramadan yang sudah tinggal menghitung hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bertobat dengan meminta ampun kepada Allah SWT adalah hal yang terbiasa saya lakukan dalam mempersiapkan diri sebelum memasuki bulan Ramadhan, Pasalnya, seorang muslim diperintahkan untuk menyambut bulan Suci Ramadhan dengan taubat nashuha, mempersiapkan diri untuk berpuasa, serta menghidupkan bulan Ramadan dengan tekad yang murni dan tulus.

“Oleh karna itu, sebagai seorang Ketua Umum PADMI, PASFI dan KFI, juga sebagai aktor yang disibukkan dengan kegiatan shoting Film layar lebar dan FTV tayangan stasin tv Nasional, kami harus bisa fokus dalam membagi waktu semaksimal mungkin untuk Ibadah dan Sedekah. Kata Febryan Adhitya
Dalam pembenahan dan pembersian diri melalui bertobat kepada Allah SWT,  kamu bisa melakukan amalan selanjutnya yaitu saling memaafkan. Cara ini bisa membebaskan dirimu dari kesalahan pada orang lain dan membersihkan hati.

Baca Juga:  Ketika Hakim Mengabaikan Alat Bukti Menguji Batas Independensi dan Akuntabilitas Peradilan

Dengan begitu, bulan Ramadan akan terasa ringan untuk dijalani.Lanjut FEBRYAN ADHITYA,
Menjelang bulan Ramadan, sudah seharusnya untuk membayar semua utang puasa di tahun sebelumnya. Puasa ini disebut puasa Qadha. Puasa Qadha wajib dilaksanakan sebanyak hari puasa yang telah ditinggalkan saat Ramadan.
Diakui FEBRYAN ADHITYA seorang aktor pemeran dalam Film Layar Lebar terbarunya yang bertajuk LUKISAN RATU KIDUL itu,  sangat bersyukur kepada Allah SWT karna masih di beri kesempatan  dipertemukan dengan bulan suci ramadhan Artinya,  sangat terbuka kesempatan buat kita untuk melebur segala dosa-dosanya terdahulu.

Sebagai seorang Pemimpin Organisasi yang menduduki Posisi sebagai Ketua Umum di tiga  Organisasi bertaraf Internasional yaitu PADMI, PASFI dan KFI, FEBRYAN ADHITYA sudah membentuk panitia pelaksana program yang sifatnya beramal dan bersedekah untuk masing masing ke tiga organisasi tersebut, sebagai mana yang rutin di lakukan setiap bulan suci ramadhan yaitu buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa.

kata FEBRYAN ADHITYA, Kesadaran akan pemberian Allâh Azza wa Jalla yang melimpah ini bisa mendorong seorang hamba untuk menyadari kelemahan dirinya dan menyadari betapa ia sangat butuh kepada Rabbnya dalam semua urusan. Namun, mengingat nikmat mesti diiringi dengan amalan yang diridhai dan dicintai oleh Allâh Azza wa Jalla sehingga bernilai pada hari Kiamat. Realisasinya yaitu dengan mengerjakan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan kemungkaran-kemungkaran, dengan tetap mengutamakan amalan-amalan fardhu, karena amalan fardhu merupakan amalan yang paling bisa mendekatkan seorang hamba kepada Allâh Azza wa Jalla.

Diantara yang dapat menyucikan jiwa adalah melakukan amalan-amalan hati,  Hati ibarat raja bagi anggota badan, jika hati itu baik maka semua anggota badan akan baik dan apabila hati rusak maka semua anggota badan ikut rusak.
Maka dengan kesempatan ini saya harus bulatkan tekad dengan niat, yang tulus terutama untuk meningkatkan iman dan taqwa, khusus di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan nikmat ini akunya.

Demikian sekilas obran FEBRYAN ADHITYA dengan Lensa-Rakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Law Analysis: Hukum Progresif Jadi Kunci Pulihkan Kepercayaan Publik pada Hukum
Refleksi Hardiknas: Akses Pendidikan Berkeadilan Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Negara
1 Dekade GMNI Kendari, Jalan Panjang Perjuangan dan Pengabdian
Muna dan Batas Ekologisnya Sawit Bukan Pilihan Rasional
Hukum Anak yang Berhenti di Atas Kertas
Ketika Hakim Mengabaikan Alat Bukti Menguji Batas Independensi dan Akuntabilitas Peradilan
Mengusir Wartawan dari Acara Negara: Pelanggaran Hukum dan Ancaman Demokrasi Lokal
Sejarah Terukir, Perempuan Lahir di Gelanggang Politik dan Podium Kampus
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 06:56 WITA

Law Analysis: Hukum Progresif Jadi Kunci Pulihkan Kepercayaan Publik pada Hukum

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:30 WITA

Refleksi Hardiknas: Akses Pendidikan Berkeadilan Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Negara

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:24 WITA

1 Dekade GMNI Kendari, Jalan Panjang Perjuangan dan Pengabdian

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:35 WITA

Muna dan Batas Ekologisnya Sawit Bukan Pilihan Rasional

Senin, 26 Januari 2026 - 06:24 WITA

Hukum Anak yang Berhenti di Atas Kertas

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights