Polrestabes Makassar Gagalkan Tawuran Geng Motor, 10 Pelaku Ditahan

- Penulis

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar berhasil mengungkap aksi penyerangan oleh sekelompok geng motor yang berasal dari Kabupaten Gowa. Para pelaku melakukan penyerangan terhadap petugas kepolisian serta membawa senjata tajam secara ilegal.

Konferensi pers terkait kasus tersebut digelar di Aula Mappaoddang Polrestabes Makassar, Jumat (13/6/2025), yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Reskrim AKBP Devi Sujana, S.I.K., M.H., dan Kasi Humas AKP Wahiduddin.

“Para pelaku ini merupakan anggota geng motor yang sebelumnya telah melakukan perjanjian untuk tawuran dengan geng motor lainnya melalui siaran langsung di salah satu media sosial,” ungkap Kapolrestabes.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam aksi penyerangan tersebut, polisi berhasil mengamankan 10 orang tersangka, yang terdiri dari 5 orang dewasa dan 5 orang di bawah umur. Para tersangka sebelumnya mengonsumsi minuman keras tradisional jenis ballo sebelum melakukan aksi penyerangan.

Baca Juga:  SOSOK BHABINKAMTIBMAS YANG MENGAYOMI WARGA: AIPTU H. NURLAHA

Informasi mengenai rencana tawuran cepat direspons oleh Tim Jatanras Polrestabes Makassar yang langsung bergerak menuju lokasi kejadian di wilayah Pannara. Namun, saat tiba di lokasi, petugas justru dihadang dan diserang oleh para pelaku yang menggunakan berbagai senjata tajam, seperti samurai, parang, dan busur.

“Pelaku menghunuskan golok dan mengacungkan ke arah petugas. Ada juga yang menarik anak busur serta mencoba menabrak petugas menggunakan sepeda motor, sehingga petugas terpaksa menghindar dan terjatuh,” terang Kapolrestabes.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam serta empat unit sepeda motor yang digunakan dalam aksi tersebut.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muh. Maulana Ali Syahputra Reses Masa Sidang III Serap Aspirasi Warga Mandonga – Puuwatu
Kapolsek Manggala Hadiri Penetapan Ketua FKPM, Kuatkan Sinergi Wujudkan Kamtibmas yang Kondusif
Pelaku Curanmor Dibekuk Tim Opsnal Polsek Rappocini, Motor Korban Ditemukan
Kantor Inspektorat Muna Barat Sepi Saat Jam Kerja, Muncul Dugaan Pelanggaran Disiplin Pegawai
Ngopi Kamtibmas di Rappocini, Polrestabes Makassar Perkuat Sinergi dengan Warga Jaga Keamanan Lingkungan
Safari Subuh di Mannuruki, Kapolrestabes Makassar Ajak Warga Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Kapolrestabes Makassar Terima Tim Penelitian STIK Lemdiklat Polri Bahas Disaster Policing
Silaturahmi Kapolrestabes Makassar dan Dandim 1408/Makassar Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Kota
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:48 WITA

Muh. Maulana Ali Syahputra Reses Masa Sidang III Serap Aspirasi Warga Mandonga – Puuwatu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 04:45 WITA

Kapolsek Manggala Hadiri Penetapan Ketua FKPM, Kuatkan Sinergi Wujudkan Kamtibmas yang Kondusif

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:19 WITA

Pelaku Curanmor Dibekuk Tim Opsnal Polsek Rappocini, Motor Korban Ditemukan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:13 WITA

Kantor Inspektorat Muna Barat Sepi Saat Jam Kerja, Muncul Dugaan Pelanggaran Disiplin Pegawai

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:49 WITA

Ngopi Kamtibmas di Rappocini, Polrestabes Makassar Perkuat Sinergi dengan Warga Jaga Keamanan Lingkungan

Berita Terbaru