Rapat Gubernur Kalbar Usir Perwakilan 20 Perusahaan Sawit, Ketua DPD RI: Wajar Karena Harus Berpihak ke Rakyat

- Penulis

Rabu, 10 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSA-RAKYAT.COM – Langkah Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengusir perwakilan 20 perusahaan sawit dalam rapat di Pemprov Kalbar mendapat tanggapan beragam. Saat diminta pendapatnya, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai sikap tersebut sangat wajar.

Bagi LaNyalla, seorang kepala daerah memang harus berpihak pada kepentingan rakyat.

“Sikap yang diperlihatkan Gubernur Kalimantan Barat sangat wajar. Karena, sikap itu adalah bentuk kekecewaan beliau terhadap situasi bencana banjir di daerahnya, termasuk kepada para wakil dari perusahaan kelapa sawit,” kata LaNyalla, saat kunjungan dapil di Jawa Timur, Rabu (10/11/2021).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penilaian LaNyalla, pihak perusahaan kelapa sawit pun seharusnya mengerti kondisi daerah tempat mereka berusaha.

“Harus ada kepedulian, khususnya pada masyarakat. Pihak perusahaan sudah seharusnya sensitif dengan kondisi yang ada di daerah. Jangan hanya terkesan mencari untung, tetapi tidak mau membantu sekitar,” katanya.

Baca Juga:  Ayo Buruan Daftar Perumahan Terlengkap Konsep Modern di Griya Tano

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, perusahaan harus menjalin sinergi dengan pemerintah daerah.

“Ada hal-hal dimana perusahaan dan pemerintah daerah bersinergi. Khususnya untuk membantu masyarakat. Kepedulian ini harus dibentuk,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menumpahkan kekecewaannya kepada 20 perusahaan sawit yang beroperasi di wilayahnya. 

20 Persahaan yang ia panggil, diharapkan membantu warga yang terdampak banjir. Namun, ke-20 perusahaan itu tak ada yang sudi memenuhi permintaan Sutarmidji dengan berbagai alasan. Sutarmidji pun geram dan mengusir mereka.

Menurut Sutarmidji, puluhan perusahaan itu tidak mempunyai nurani dan tanggung jawab. Padahal, kata dia, bencana hidrologi yang terjadi di Kalbar kemungkinan disebabkan deforestasi oleh aktivitas tambang dan perkebunan sawit.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantor Inspektorat Muna Barat Sepi Saat Jam Kerja, Muncul Dugaan Pelanggaran Disiplin Pegawai
Ngopi Kamtibmas di Rappocini, Polrestabes Makassar Perkuat Sinergi dengan Warga Jaga Keamanan Lingkungan
Safari Subuh di Mannuruki, Kapolrestabes Makassar Ajak Warga Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Kapolrestabes Makassar Terima Tim Penelitian STIK Lemdiklat Polri Bahas Disaster Policing
Silaturahmi Kapolrestabes Makassar dan Dandim 1408/Makassar Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Kota
Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi Warga Melalui Ngopi Kamtibmas di Laikang
Kapolrestabes Ajak Peran Aktif Orang Tua di Lakkang
Kemenag Muna Barat Lampaui Target, 1.292 Peserta Ikuti Gerakan Nasional Pengukuran Arah Kiblat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:13 WITA

Kantor Inspektorat Muna Barat Sepi Saat Jam Kerja, Muncul Dugaan Pelanggaran Disiplin Pegawai

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:49 WITA

Ngopi Kamtibmas di Rappocini, Polrestabes Makassar Perkuat Sinergi dengan Warga Jaga Keamanan Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:24 WITA

Safari Subuh di Mannuruki, Kapolrestabes Makassar Ajak Warga Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:26 WITA

Kapolrestabes Makassar Terima Tim Penelitian STIK Lemdiklat Polri Bahas Disaster Policing

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:28 WITA

Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi Warga Melalui Ngopi Kamtibmas di Laikang

Berita Terbaru