Tahun Politik, Awas Propaganda Adu Domba Antar Institusi

- Penulis

Rabu, 2 Februari 2022 - 06:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensa-Rakyat.Com, Jakarta – Hitung mundur Pemiliham Umum (Pemilu) 2024, sudah diketok Pimpinan DPR. Bersamaan dengan disetujuinya hari pemungutan suara dan jadwal tahapan Pemilu Legislatif dan Presiden serta Pemilu Kepala Daerah oleh DPR, pada beberapa hari yang lalu. 

Semua partai dan tokoh politik yang akan berkontestasi dalam pemilu mendatang, kini mulai bersiap membangun strategi politik dan strategi komunikasi untuk mendapatkan perhatian, simpati hingga mendapatkan suaran dari para pemilih. 

Saling menjual kecap nomor satu untuk diri mereka sendiri, sekaligus menjatuhkan popularitas lawan kompetitornya, pasti akan menjadi menu yang akan tersaji di jagad asli dan jagad maya pada kehidupan bangsa kita hari-hari mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, dalam mengejar popularitas dan elektabilitasnya partai dan tokoh politik di tanah air, juga kerap memantik api, yang sebenarnya berisiko tinggi karena mempertaruhkan keutuhan dan persatuan bangsa. Ada saja, tokoh dan partai politik, yang kerap melontarkan issu dan pesan, yang bukan saja mendeskreditkan lawan politiknya, tetapi juga merongrong kewibawaan insititusi-instituusi di negara. Adalah menjadi tugas warga bangsa untuj tetap menjaga marwah keutuhan TNI dan Polri. 

Ada pesan yang mencoba untuk menghadap-hadapkan TNI, terutama Angkatan Darat dengan Polri, sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan di negara kita. Tidak cukup sampai di sana, ada juga pesan yang mempertentangkan pejabat Polri atau TNI dengan atasan atau bawahannya.

Sebuah hal yang tentu amat berbahaya untuk soliditas kedua intitusi tersebut.

Fenomena seperti yang ditulis di atas, dalam ranah ilmu komunikasi biasa disebut dengan pesan propaganda. Si pengirim pesan, akan mencoba meyakinkan orang yang mereka kirimkan pesan, tanpa melihat apakah pesan tersebut mengandung kebenaran atau tidak. Bagi mereka, selama tujuan pesan tadi dapat menguntungkan mereka, maka model pengiriman pesan seperti itu, akan mereka lakukan. Termasuk mendeskreditkan pihak ketiga, yang hanya dijadikan sasaran mereka, untuk mengambil keuntungan atau mengalahkan lawan sebenarnya mereka. 

Baca Juga:  Hari Guru Nasional 25 November 2025: Momentum Menghargai Dedikasi Pahlawan Pendidikan di Era Transformasi Digital

Dalam hal ini, bisa saja, sebenarnya apa yang dilakukan tokoh dan partai politik, bukan untuk mengalahkan institusi seperti TNI dan Polri, tetapi secara tidak langsung, langkah propaganda mereka, akan sangat menguntungkan langkah politik mereka. 

Menghadapi maraknya fenoemena di atas hingga Pemilu 2024, rasanya tidak ada jalan lain, selain meningkatkan soliditas internal Polri maupun dengan institusi di luar Polri, seperti TNI. Kemesraan bukan sekedar jargon atau tampilan para elite pimpinan kedua institusi tersebut, tetapi harus bisa diaplikasikan pada level terbawah, anggota pasukan masing-masing institusi.

Seluruh pesan yang disampaikan harus sama, dari level pimpinan tertinggi hingga unsur pelaksana di level terbawah. Sekat-sekat yang mungkin masih mengganjal terkait beban dan tanggungjawab masing-masing harus bisa diselesaikan dan dicairkan, sehingga dalam melaksanakan tugas masing-masing menjelang Pemilu 2024 tidak ada aroma persaingan atau saling mengganjal di antara kedua institusi tersebut. 

Umumnya propaganda harus juga dilawan dengan pemberian penjelasan yang transparan dan detail, terkait dengan informasi yang salah dalam pesan propaganda yang sudah disebarkan. Jika diperlukan, jadikan tokoh-tokoh masyarakat untuk melawan pesan propaganda yang disebarkan tokoh atau partai politik.

 Jangan malu atau gentar untuk melawan pesan-pesan negatif tersebut, baik di media massa maupun di media sosial. Pertimbangkan mana informasi yang bisa disebarkan, dan mana yang mungkin masih harus dipilah untuk tetap dijaga rahasianya. 

Jangan takut, toh hingga saat ini, institusi Polri maupun TNI, masih amat dipercaya oleh masyarakat. Polri dan TNI kompak menjadi modal utama Indonesia kuat.

Sumber ( Tribratanews.polri.go.id )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Law Analysis: Hukum Progresif Jadi Kunci Pulihkan Kepercayaan Publik pada Hukum
Refleksi Hardiknas: Akses Pendidikan Berkeadilan Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Negara
1 Dekade GMNI Kendari, Jalan Panjang Perjuangan dan Pengabdian
Muna dan Batas Ekologisnya Sawit Bukan Pilihan Rasional
Hukum Anak yang Berhenti di Atas Kertas
Ketika Hakim Mengabaikan Alat Bukti Menguji Batas Independensi dan Akuntabilitas Peradilan
Mengusir Wartawan dari Acara Negara: Pelanggaran Hukum dan Ancaman Demokrasi Lokal
Sejarah Terukir, Perempuan Lahir di Gelanggang Politik dan Podium Kampus
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 06:56 WITA

Law Analysis: Hukum Progresif Jadi Kunci Pulihkan Kepercayaan Publik pada Hukum

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:30 WITA

Refleksi Hardiknas: Akses Pendidikan Berkeadilan Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Negara

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:24 WITA

1 Dekade GMNI Kendari, Jalan Panjang Perjuangan dan Pengabdian

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:35 WITA

Muna dan Batas Ekologisnya Sawit Bukan Pilihan Rasional

Senin, 26 Januari 2026 - 06:24 WITA

Hukum Anak yang Berhenti di Atas Kertas

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights