Beredar Dugaan Pungli Seragam di SMPN 11 Makassar, Pihak Sekolah Berikan Klarifikasi

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Sulsel — Program seragam gratis bagi siswa SD dan SMP yang dicanangkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tercoreng dengan beredarnya kabar dugaan pungutan liar (pungli) di SMP Negeri 11 Makassar.

Sejumlah orang tua siswa mengaku diminta membayar biaya seragam tambahan sebesar Rp1.335.000 untuk siswa laki-laki dan Rp1.455.000 untuk siswa perempuan. Menurut pengakuan mereka, uang tersebut diserahkan langsung kepada dua guru di sekolah.

Padahal, Pemkot Makassar telah menegaskan bahwa program seragam gratis mencakup seragam nasional tanpa adanya pungutan tambahan. Bahkan, seorang wali murid menyebut kepala sekolah sempat membawa nama Wali Kota dalam pembicaraan mengenai pengadaan seragam, yang dinilai menyesatkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, para orang tua juga menyampaikan keberatannya atas rencana penggunaan seragam batik oleh siswa baru. Mereka menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan pemberitahuan sebelumnya bahwa batik tidak lagi diberlakukan untuk siswa baru.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Berikan Bantuan untuk Pedagang di Pasar Sederhana

Klarifikasi Pihak Sekolah

Menanggapi isu yang beredar, Kepala SMP Negeri 11 Makassar, Mariamin Ibrahim, memberikan klarifikasi resmi pada Sabtu (26/7/2025). Ia membantah adanya pungutan sepihak di sekolah yang dipimpinnya dan menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam pengumpulan dana seragam.

“Kami tidak pernah memaksa ataupun mewajibkan orang tua untuk membayar. Semua bentuk pengadaan seragam dilakukan secara terbuka,” tegas Mariamin.

Ia juga membantah telah menyebut nama Wali Kota dalam konteks pembicaraan soal seragam. Menurutnya, segala kebijakan sekolah harus dijalankan secara transparan dan tidak boleh mencederai kepercayaan masyarakat.

Pihak sekolah pun membuka ruang komunikasi dengan para orang tua siswa untuk menyelesaikan persoalan ini secara musyawarah dan menghindari kesalahpahaman yang berlarut.

(Redaksi LC.com)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video Anak Main “Perang” di Jalan Ar Rahman Hakim, Polisi Pastikan Alat Hanya Kertas
Makassar Jadi Tuan Rumah Olymrun 2026, Targetkan 5.000 Pelari di Anjungan Pantai Losari
Closing Ceremony Tournament E-Sport Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026, Kapolda Sulsel Serahkan Piala Bergilir
Personel Satlantas Polres Jeneponto Beri Pelayanan Prima di Akhir Pekan
Opening Tournament E-Sport Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026, Polda Sulsel Catat Rekor Peserta Terbanyak di Indonesia
Babinsa Sinjai Barat Dampingi Panen Cabai Petani, Dorong Produktivitas Lahan dan Ketahanan Pangan
Nasyiatul Aisyiyah Sultra dan Pusaka Digital Beri Edukasi Pemanfatan AI Kepada Guru dan Mahasiswa PPG
Resmob Polsek Rappocini bersama Resmob Polda Sulsel Ungkap Kasus Curas, Pria Bersenjata Badik Ditangkap
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 00:52 WITA

Video Anak Main “Perang” di Jalan Ar Rahman Hakim, Polisi Pastikan Alat Hanya Kertas

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:28 WITA

Makassar Jadi Tuan Rumah Olymrun 2026, Targetkan 5.000 Pelari di Anjungan Pantai Losari

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:54 WITA

Closing Ceremony Tournament E-Sport Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026, Kapolda Sulsel Serahkan Piala Bergilir

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:12 WITA

Personel Satlantas Polres Jeneponto Beri Pelayanan Prima di Akhir Pekan

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:43 WITA

Opening Tournament E-Sport Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026, Polda Sulsel Catat Rekor Peserta Terbanyak di Indonesia

Berita Terbaru