Capres Potensial Jadi Korban Sistem, Fahri: Presidential Threshold Mesti Nol Persen

- Penulis

Sabtu, 4 Desember 2021 - 12:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensa-Rakyat.Com, Bogor – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah meminta Presidential Threshold atau ambang batas pencalonan presiden agar dihapus menjadi nol persen.

Presidential Threshold saat ini telah menyebabkan calon presiden (capres) potensial terkendala, karena capres yang diajukan oleh partai atau gabungan partai sebesar 20 persen

Fahri mengatakan sumber potensi kepemimpinan dengan berbagai keberagaman, harus bisa digali, terutama dari daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk itu, aturan presidential threshold 20 persen harus dihapuskan karena menghambat putra-putri daerah maju menjadi calon presiden. Putra putri bangsa ini harusnya difasilitasi untuk tampil ke kancah nasional sebagai Presiden Republik Indonesia mendatang,” kata Fahri, dalam acara Ngopi Bareng Gelora ‘Ngobrol Politik soal Republik’ di Bogor, Kamis 2 Desember 2021 petang.

Dengan begitu, kesempatan tampil bukan hanya untuk orang yang ada di Jakarta atau di Pulau Jawa saja, tetapi seluruh wilayah, seperti Papua, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, NTT, Tidore dan lain-lain,” kata Fahri

Baca Juga:  Partai Gelora: Eksistensi Dan Fungsi MPR Saat Ini Tidak Berjalan Dengan Baik

Fahri menambahkan ada banyak putra putri Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke, di antara penduduk Indonesia yang hampir 300 juta ini, layak menjadi presiden.

“Karena itu, pemerintah pusat jangan lagi menyumbat aspirasi dari daerah. Biarkan daerah mengajukan pasangan capres-cawapresnya sendiri-sendiri,” ujar Fahri.

Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini menilai diskusi ini penting untuk diutamakan terlebih dahulu, bagaimana caranya agar infrastruktur ini tidak membatasi tampilnya putra putri daerah terbaik untuk bangsa.

“Daripada kita merekayasa proses pemilihan kepemimpinan secara tidak aspiratif dan hanya mengandalkan infrastruktur yang telah dimodifikasi untuk membatasi tampilnya putra putri bangsa Indonesia di penjuru Tanah Air kita. Sekali lagi, aspirasi dari daerah jangan disumbat,” tegas Fahri.

Sumber Glora.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MK Tolak Gugatan Sengketa Hasil Pilbup Berau 2024
Kepala Daerah Terpilih Latihan Berbaris di Monas Jelang Pelantikan
Antusiasme Warga Hadiri Reses Ajjiamo di Ujung Tanah Makassar
Kampanye Akbar Pilkada Kabupaten Berau: Sri Juniarsih Mas dan Gamalis Dapat Dukungan Besar dari Warga
Kapolsek Tallo Pimpin Apel Satlinmas Jelang Pilkada Serentak 2024
Tim Punggawata’ Kawal Pasangan “Sehati” Blusukan di Lelong Paotere Makassar
Dukung Penuh Pasangan BAHTERA, Pemuda Kondongia akan Menggelar Deklarasi Akbar
Terpilih Lewat Regulasi PAW Nasdem, Achmad Se’re Dinilai Kacang Lupa Kulitnya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Februari 2025 - 15:31 WITA

MK Tolak Gugatan Sengketa Hasil Pilbup Berau 2024

Selasa, 18 Februari 2025 - 08:28 WITA

Kepala Daerah Terpilih Latihan Berbaris di Monas Jelang Pelantikan

Kamis, 5 Desember 2024 - 15:22 WITA

Antusiasme Warga Hadiri Reses Ajjiamo di Ujung Tanah Makassar

Sabtu, 23 November 2024 - 09:27 WITA

Kampanye Akbar Pilkada Kabupaten Berau: Sri Juniarsih Mas dan Gamalis Dapat Dukungan Besar dari Warga

Selasa, 19 November 2024 - 11:27 WITA

Kapolsek Tallo Pimpin Apel Satlinmas Jelang Pilkada Serentak 2024

Berita Terbaru

NASIONAL

Menaker Yassierli Lantik 976 ASN Kemnaker di Era Digital

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:51 WITA