Jajaran Kepolisian Polda Sulawesi Selatan melalui Polres Gowa berhasil Ungkap Kasus Sindikat Uang Palsu

- Penulis

Kamis, 19 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LENSA-RAKYAT.COM, GOWA | Jajaran Kepolisian Polda Sulawesi Selatan melalui Polres Gowa mengungkap Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar Andi Ibrahim (AI) merupakan otak dari kasus sindikat uang palsu yang diproduksi di dalam kampus. Andi Ibrahim merupakan salah satu dari 17 tersangka tersangka kasus peredaran mata uang rupiah palsu. “Jadi mereka yang 17 orang ini perannya berbeda-beda, ya tapi peran sentralnya ada di saudara AI,” ungkap Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan saat konferensi pers di Mapolres Gowa, Kamis (19/12/2024).

Yudhiawan tidak merinci peran masing-masing para tersangka. Namun kasus ini mulai terbongkar dari penangkapan tersangka inisial M. “Ada pertama dari saudara M, yang telah melakukan transaksi dengan saudara AI untuk melakukan jual beli uang palsu,” tuturnya. “Nah uang palsu perbandingannya satu banding dua. Jadi satu asli, dua uang palsu, terus kemudian transaksi ini sudah melalui beberapa tersangka yang lain,” tambah Yudhiawan. Yudhiawan mengaku kasus ini masih dalam penyidikan lebih lanjut.

Tersangka dalam kasus uang palsu UIN Alauddin Makassar ini berpotensi bertambah. “Kemudian juga saudara S, kemudian ada juga saudara ASS. Saya sengaja tidak sebutkan karena belum memenuhi kekuatan hukum tetap, jadi harus singkatan,” ucapnya. Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Tersangka Uang Palsu, Rektor: Saya Malu Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Rheonald TS Simanjuntak memaparkan inisial 17 tersangka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menegaskan pihaknya masih memburu 3 pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO). “Yang pertama dengan inisial AI (Andi Ibrahim), ini doktor. Kemudian inisial MN, KA, IR, MS, JBP, AA, SAR, SU, AK, IL, SM, MS, SR, SW, NM, RM. Dan ini masih ada 3 DPO dan masih ada lagi yang akan berkembang selanjutnya,” papar Rheonald.

Sebelumnya diberitakan, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis mengaku geram oknum pejabatnya terlibat dalam kasus ini. Perbuatan pelau telah mencoreng nama baik kampus.

Baca Juga:  Polrestabes Makassar Gelar Buka Puasa Bersama Forkopimda

“Ada pertama dari saudara M, yang telah melakukan transaksi dengan saudara AI untuk melakukan jual beli uang palsu,” tuturnya. “Nah uang palsu perbandingannya satu banding dua. Jadi satu asli, dua uang palsu, terus kemudian transaksi ini sudah melalui beberapa tersangka yang lain,” tambah Yudhiawan.

Yudhiawan mengaku kasus ini masih dalam penyidikan lebih lanjut. Tersangka dalam kasus uang palsu UIN Alauddin Makassar ini berpotensi bertambah. “Kemudian juga saudara S, kemudian ada juga saudara ASS. Saya sengaja tidak sebutkan karena belum memenuhi kekuatan hukum tetap, jadi harus singkatan,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Rheonald TS Simanjuntak memaparkan inisial 17 tersangka. Dia menegaskan pihaknya masih memburu 3 pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO). “Yang pertama dengan inisial AI (Andi Ibrahim), ini doktor. Kemudian inisial MN, KA, IR, MS, JBP, AA, SAR, SU, AK, IL, SM, MS, SR, SW, NM, RM. Dan ini masih ada 3 DPO dan masih ada lagi yang akan berkembang selanjutnya,” papar Rheonald.

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis mengaku geram oknum pejabatnya terlibat dalam kasus ini. Perbuatan pelau telah mencoreng nama baik kampus. “Selaku pimpinan tertinggi di UIN Alauddin, selaku rektor, saya marah, saya malu, saya tertampar, setengah mati kami membangun kampus, membangun reputasi bersama pimpinan,” kata Hamdan. Dia mengaku akan menindak tegas 2 oknum pegawainya yang terjerat perkara tersebut. Pihaknya sedang memproses pemecatan terhadap tidak hormat kepada pelaku. “Itulah sebabnya kami mengambil langkah setelah ini jelas. Kedua oknum yang terlibat dari kampus kami langsung kami berhentikan dengan tidak hormat,” pungkasnya.

(Red : Bang Ali)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmob Polsek Rappocini Ringkus Dua Geng Motor Keroyok Pengendara dengan Senjata Tajam
Polsek Manggala Potong Dua Ekor Sapi Kurban, Daging Dibagikan kepada Warga
Makassar Half Marathon Digelar 30-31 Mei, Sejumlah Ruas Jalan Digunakan Sebagai Lintas Peserta
Safari Jumat, Kapolsek Ujung Pandang Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Wilayah
Albert Berkurban Untuk Berbenah
Krisis Profesionalisme Aparat, HMI Kendari Desak Menko Polkam Evaluasi Total TNI-Polri di Sultra
Bhabinkamtibmas Desa Baraya Sambangi Warga, Ajak Jaga Keamanan Bersama
Bosowa Peduli Gelar Festival Qurban 2026, Ribuan Warga di 10 Provinsi Terima Manfaat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:15 WITA

Resmob Polsek Rappocini Ringkus Dua Geng Motor Keroyok Pengendara dengan Senjata Tajam

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:51 WITA

Polsek Manggala Potong Dua Ekor Sapi Kurban, Daging Dibagikan kepada Warga

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:54 WITA

Safari Jumat, Kapolsek Ujung Pandang Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Wilayah

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:36 WITA

Albert Berkurban Untuk Berbenah

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:26 WITA

Krisis Profesionalisme Aparat, HMI Kendari Desak Menko Polkam Evaluasi Total TNI-Polri di Sultra

Berita Terbaru