Lensa-Rakyat.Com, Lampung Selatan | Antusiasme komunitas pecinta burung berkicau atau kicau mania memadati gelaran “Piala Kapolres Lampung Selatan 2026” yang berlangsung di halaman Mapolres Lampung Selatan, Minggu (10/5/2026). Berdasarkan data panitia, sebanyak 404 peserta tercatat mengikuti berbagai kelas perlombaan yang dipertandingkan.
Ajang lomba burung berkicau tersebut menghadirkan juri profesional dari Jasmine Indonesia dengan mempertandingkan sejumlah kelas favorit, mulai dari murai batu, kacer, sogon, kenari hingga lovebird fighter.
Tingginya minat peserta terlihat dari sejumlah kelas yang telah mencapai kuota penuh 24 gantangan. Kelas yang paling diminati di antaranya Murai Batu Muda A, Murai Dewasa Kapolres, Murai Batu Dewasa Wakapolres, dan Murai Batu Muda kelas Kanit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, beberapa kelas lainnya juga dipadati peserta seperti Kenari A dengan 22 peserta, Lovebird Restart 650 A sebanyak 22 peserta, Murai Batu B sebanyak 22 peserta, serta Kacer Kanit yang juga diikuti 22 peserta.
Kapolres Lampung Selatan, Toni Kasmiri, menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas burung berkicau yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan komunitas pecinta burung berkicau yang telah hadir dalam Piala Kapolres Lampung Selatan. Antusiasme yang luar biasa ini menunjukkan silaturahmi dan kebersamaan antar komunitas masih terjalin dengan sangat baik,” ujarnya.
Menurut Toni Kasmiri, hingga pelaksanaan lomba berlangsung, jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai 404 orang dari total target 624 peserta yang diproyeksikan panitia.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar kompetisi burung berkicau, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat, khususnya komunitas penghobi burung berkicau.
“Kegiatan ini menjadi wadah memperkuat kebersamaan, menjaga hubungan baik antara masyarakat dan Polri, sekaligus memberikan ruang positif bagi para penghobi burung berkicau di Lampung maupun luar daerah,” katanya.
Kapolres berharap event serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan karena dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat serta memperkenalkan Lampung Selatan kepada komunitas kicau nasional.
Dalam perlombaan tersebut, kelas utama Kapolres menjadi pusat perhatian peserta karena menyediakan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Honda Revo dan uang pembinaan sebesar Rp8 juta bagi juara pertama.
Untuk menjaga kualitas dan ketertiban lomba, panitia menerapkan sistem eksklusif 24 gantangan di seluruh kelas serta memperketat aturan bagi peserta selama perlombaan berlangsung.






















