Diplomasi Internasional di Bidang Pertanian Harus Berbasis ‘National Interest’

- Penulis

Selasa, 14 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lensa-Rakyat.Com, Tangsel Banten – Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DRP RI Yohanis Fransiskus Lema mengatakan, diplomasi internasional di bidang pertanian harus berbasis national interest, untuk itu harus ada proses keputusan yang komperehensif di dalam negeri. Yakni, dengan melindungi kepentingan petani agar produk-produk unggulan pertanian dalam negeri bisa menguasai pasar regional maupun internasional. Menurutnya hal ini harus betul-betul dikerjakan secara serius dengan melibatkan peran dari lintas kementerian.

“Saya mempertanyakan bagaimana koordinasi dan kerja sama serta sinergitas dari beberapa kementerian selama ini terhadap diplomasi internasional dalam bidang pertanian, agar national interest menjadi dasar yang harus kita perjuangkan. Kita ketahui, Kementan (Kementerian Pertanian) sebagai lembaga teknis yang menghasilkan produk pertanian, kemudian Kemendag (Kementerian Perdagangan) yang mengurusi perdagangan internasional dan tentu melibatkan Kemlu (Kementerian Luar Negeri) sebagai ujung tombak diplomasi kita,” ujarnya saat mengikuti rapat kerja BKSAP DPR RI dengan Kemlu dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait prioritas kebijakan luar negeri indonesia pada tahun 2022 di Tangsel, Banten, Senin (13/12/2021).

Menurut politisi PDI-Perjuangan yang akrab disapa Ansy Lema ini, sebelum adanya perundingan di forum-forum internasional, pemerintah harus lebih dulu membuat kebijakan-kebijakan yang melindungi petani Indonesia. Apalagi jika berbicara soal kemandirian pangan  atau bahkan kedaulatan pangan, tentu pemerintah harus memberikan perhatian ekstra kepada para petani.

“Misalnya dengan memetakan mengenai komoditas-komoditas unggulan kita yang bisa jadi primadona, kemudian yang memiliki selling point. Bagaimanapun juga dalam era liberalisasi pertanian dan perdagangan ini kita harus bisa memberikan proteksi kepada petani kita. Jangan sampai atas nama liberalisasi pertanian, sehingga produk pertanian luar negeri membanjiri pasar pertanian nasional kita. Kita tahu hari-hari ini transnational corporation yang bergerak di sektor pertanian itu sudah sangat ekspansif kemana-mana,” pungkas Ansy Lema.

Legislator dapil Nusa Tenggara Timur (NTT) II ini menambahkan, bahkan dalam urusan benih saja, lembaga korporasi transnasional di bidang perbenihan itu sudah menguasai pasar dunia. Dan para petani dalam negeri dibuat tergantung kepada benih-benih yang merupakan produk dari korporasi transnasional itu.

“Nah, kalau dalam jangka panjang ketergantungan ini tidak bisa dipangkas, maka kita akan terus menjadi negara yang bergantung. Mestinya kita jangan berorientasi kepada ketahanan pangan, tetapi harus melangkah kepada kemandirian bahkan kedaulatan pangan, ini persoalan ideologis sebenarnya. Oleh karena itu para diplomat kita atau siapapun yang melakukan diplomasi internasional harus bisa merumuskan apa kepentingan nasional kita, bagaimana melindungi petani kita dan melindungi produk-produk komoditas unggulan kita,” terangnya. (jk/sf)

Sumber ( B.K.S.A.P. )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Safari Subuh Polres Jeneponto di Masjid Nurul Amin, Kapolres Ajak Masyarakat Jaga Keamanan
Anak 10 Tahun Tenggelam di Pantai Masjid 99 Kubah Makassar Ditemukan Meninggal Dunia
Polrestabes Makassar Gelar Olahraga Bersama Dalam Rangka Menyambut HKGB ke- 74
Personel Polsek Rappocini Respon Cepat Aduan Warga, Bubarkan Kelompok Pemuda Konsumsi Miras
Polres Jeneponto Gelar Bakti Sosial di HUT Bhayangkara ke-80, Bagikan Beras Gratis ke Warga
Kapolda Sulsel Hadiri Syukuran Peringatan HUT PP Polri ke-27 Tahun 2026
Polsek Manggala Bantah Mandul Tangani Dugaan Arisan Bodong, Penyidik Tegaskan Proses Masih Tahap Lidik
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Sulsel Berlangsung Khidmat, Kapolda Tegaskan Komitmen Penguatan Polri Presisi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:36 WITA

Safari Subuh Polres Jeneponto di Masjid Nurul Amin, Kapolres Ajak Masyarakat Jaga Keamanan

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:49 WITA

Anak 10 Tahun Tenggelam di Pantai Masjid 99 Kubah Makassar Ditemukan Meninggal Dunia

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:27 WITA

Polrestabes Makassar Gelar Olahraga Bersama Dalam Rangka Menyambut HKGB ke- 74

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:16 WITA

Personel Polsek Rappocini Respon Cepat Aduan Warga, Bubarkan Kelompok Pemuda Konsumsi Miras

Kamis, 2 Juli 2026 - 06:16 WITA

Kapolda Sulsel Hadiri Syukuran Peringatan HUT PP Polri ke-27 Tahun 2026

Berita Terbaru