Sidang Perkara UU ITE di PN Surabaya disinyalir Tidak Mengikuti Ketentuan Alias CACAT FORMIL

- Penulis

Selasa, 28 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA,LENSA-RAKYAT.COM – Usai persidangan Rommel sihole selaku penasehat hukum kedua terdakwa, guntual dan Tuty, mengatakan bahwa kliennya saat hakim membacakan identitas langsung keluar dari persidangan atau walkout, namun pihaknya tetap mengikuti persidangan dengan alasan menghormati persidangan.

” Ketika terdakwa meninggalkan persidangan saat hakim membacakan identitas nama, saya selaku penasehat hukum tetap melanjutkan persidangan karna menghormati Marwah pengadilan.” kata Rommel ke awak media perwirasatu .id pada hari Senin 27/09/20.

Saat di tanya alasanya kenapa kedua terdakwa meninggalkan persidangan, ia Menyatakan bahwa menurut kliennya dakwaanya yang di susun oleh jaksa cacat formal bahwa alasan yang melaporkan bukan ketua pengadilan sidoarjo melainkan sekretarisnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan majelis hakim yang di ketuai Darmanto, JPU Arief Witjaksono dalam dakwaanya menyatakan kedua terdakwa telah melakukan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan mentranisikam atau membuat dapat mengaksesnya informasi elektronik dan dokumen elektronik yg memuat penghinaan atau pencemaran nama baik,

Baca Juga:  Pencabulan Santriwati, Ketua Ponpes Sahid Al-Hidayah Dibekuk Polisi di Mamuju

” Inilah persidangan perkara UU ITE yang tidak mengikuti ketentuan, CACAT FORMIL, tapi masih di paksakan Pidsus di tangani  kasi Pidum Kejari Sidoarjo, ketua majelis hakim tidak mau mendengarkan keberatan terdakwa akhirnya pembacaan dakwaan tidak di hadiri oleh terdakwa.” Ungkap Rommel penuh kekecewaan.

“Produk UU di buat pengadilan di bantu dan hakim di adakan persidangan di selenggarakan bertujuan untuk menjaga HAK ASASI manusia bukan sebaliknya.” Tandasnya.

“Hakim adalah wakil negara menjaga HAM bukan mengikut kata jaksa yang belum tentu benar sudah saatnya para avokad dan masyarakat juga sadar.” Pungkasnya.

” Semoga ini tidak akan pernah menimpa kita dan keluarga kita amiin yra.” Tutupnya. (Yulinda Tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensa-rakyat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Makassar Jadi Tuan Rumah Olymrun 2026, Targetkan 5.000 Pelari di Anjungan Pantai Losari
Personel Satlantas Polres Jeneponto Beri Pelayanan Prima di Akhir Pekan
Polres Jeneponto Peduli Lansia, Kunjungi Kakek Lahoa dan Nenek Niha
Personel Satlantas Polres Jeneponto Berikan Pelayanan Prima di Pagi Hari
Patroli Malam Polres Jeneponto Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Kondusif
Kapolres Jeneponto Gelar Safari Subuh di Masjid Baiturahman, Sarana Jalin Silaturahmi Dengan Warga
Personel Polres Jeneponto Mengikuti Jam Pimpinan, Wakapolres Tekankan Kedisiplinan.
Polsek Kelara Sambang Warga, Ajak Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:28 WITA

Makassar Jadi Tuan Rumah Olymrun 2026, Targetkan 5.000 Pelari di Anjungan Pantai Losari

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:12 WITA

Personel Satlantas Polres Jeneponto Beri Pelayanan Prima di Akhir Pekan

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:12 WITA

Polres Jeneponto Peduli Lansia, Kunjungi Kakek Lahoa dan Nenek Niha

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:04 WITA

Personel Satlantas Polres Jeneponto Berikan Pelayanan Prima di Pagi Hari

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:56 WITA

Patroli Malam Polres Jeneponto Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Kondusif

Berita Terbaru